Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal
Vol. 12 No. 2 (2026): September

Kontribusi Berpikir Positif terhadap Kesejahteraan Emosional Anak Asuh di Dua Panti Asuhan di Pekanbaru

Ryeni Yusvita Saragih (Universitas Riau)
Azhar (Universitas Riau)
Dafetta Fitrilinda (Universitas Riau)



Article Info

Publish Date
02 Sep 2026

Abstract

Abstract: Children and young people living in residential care may face emotional challenges associated with loss, disrupted family relationships, and limited individualized support. Although positive thinking has been linked to well-being in student and general adolescent populations, evidence from Indonesian residential-care settings remains limited. This study examined the statistical contribution of positive thinking to emotional well-being among residents of Rumah Bintang and Maranatha orphanages in Pekanbaru. A quantitative, non-experimental ex post facto correlational design was employed. Of a population of 51 residents, 46 participants aged 8–24 years were included through proportionally allocated purposive sampling. Positive thinking was measured using a 30-item scale covering positive expectations, self-confidence, and religiosity (Cronbach’s α = .892), while emotional well-being was assessed using a 29-item scale covering life satisfaction, emotion regulation, and social relationships (Cronbach’s α = .885). Both constructs were at a high level (M = 4.07 and M = 3.99 on a five-point scale, respectively). Religiosity was the strongest positive-thinking dimension (M = 4.25), whereas emotion regulation was the lowest emotional-well-being dimension (M = 3.81). Positive thinking correlated positively with emotional well-being, r = .680, p < .001. Simple linear regression was significant, F(1, 44) = 37.947, p < .001, with R² = .463 and an unstandardized slope of B = .794. Thus, positive thinking explained 46.3% of the variance in emotional well-being, without establishing causality. The findings support structured mentoring, self-confidence development, emotion-regulation training, and context-sensitive spiritual support in residential care. Abstrak: Anak asuh yang tinggal dalam pengasuhan institusional dapat menghadapi tantangan emosional yang berkaitan dengan kehilangan, terputusnya relasi keluarga, dan keterbatasan dukungan individual. Meskipun berpikir positif telah dikaitkan dengan kesejahteraan pada populasi pelajar dan remaja umum, bukti pada konteks panti asuhan di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini menganalisis kontribusi statistik berpikir positif terhadap kesejahteraan emosional anak asuh di Panti Asuhan Rumah Bintang dan Panti Asuhan Maranatha Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional ex post facto yang bersifat non-eksperimental. Dari populasi 51 anak asuh, sebanyak 46 responden berusia 8–24 tahun dipilih melalui purposive sampling dengan alokasi proporsional. Berpikir positif diukur menggunakan 30 butir yang mencakup harapan positif, percaya diri, dan religiusitas (Cronbach’s α = 0,892), sedangkan kesejahteraan emosional diukur menggunakan 29 butir yang mencakup kepuasan hidup, kemampuan mengelola emosi, dan hubungan sosial (Cronbach’s α = 0,885). Kedua variabel berada pada kategori tinggi, masing-masing dengan mean 4,07 dan 3,99 pada skala lima poin. Religiusitas merupakan dimensi berpikir positif tertinggi (M = 4,25), sedangkan kemampuan mengelola emosi merupakan dimensi kesejahteraan emosional terendah (M = 3,81). Berpikir positif berkorelasi positif dengan kesejahteraan emosional, r = 0,680, p < 0,001. Regresi linear sederhana signifikan, F(1,44) = 37,947, p < 0,001, dengan R² = 0,463 dan koefisien B = 0,794. Dengan demikian, berpikir positif menjelaskan 46,3% variasi kesejahteraan emosional, tetapi tidak membuktikan hubungan kausal. Temuan mendukung penguatan mentoring, kepercayaan diri, keterampilan regulasi emosi, dan dukungan spiritual yang kontekstual di panti asuhan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

transformasi

Publisher

Subject

Humanities Education Social Sciences Other

Description

Jurnal Transformasi (JTNI) : Jurnal Pengembangan Pendidikan Non-Formal Informal is scientific journal published by Program StudI Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA). It has been published since 2016. JTNI contains ...