Abstract: This study aims to improve the social skills of 4-5 year-old children through outbound fun games activities at TK Teruna Ria Karawang. The background of this research is the low social skills of group A children, particularly in aspects of group cooperation, interaction and communication, sharing and helping each other, as well as empathy. This study uses the Classroom Action Research method with the Kemmis and McTaggart model, which consists of the stages of planning, action, observation, and reflection. The research subjects consisted of 21 children, comprising 12 girls and 9 boys. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while the research instrument used social skills observation sheets that had undergone validity and reliability tests. Data analysis was conducted quantitatively through the percentage of social skill achievements and qualitatively through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show an increase in children's social skills from 38% in the pre-cycle, rising to 50% in Cycle I, and reaching 79% in Cycle II. In Cycle II, the indicators for teamwork in groups reached 84%, interaction and communication 76%, sharing and helping each other 80%, and empathy 79%. These findings indicate that outbound fun games activities are effectively used as an enjoyable, collaborative, and meaningful learning strategy to improve the social skills of early childhood children. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan outbound fun games di TK Teruna Ria Karawang. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterampilan sosial anak kelompok A, terutama pada aspek kerja sama dalam kelompok, interaksi dan komunikasi, berbagi dan saling membantu, serta empati. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 21 anak, terdiri atas 12 anak perempuan dan 9 anak laki-laki. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan instrumen penelitian menggunakan lembar observasi keterampilan sosial yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara kuantitatif melalui persentase capaian keterampilan sosial dan secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan sosial anak dari pra-siklus sebesar 38%, meningkat menjadi 50% pada siklus I, dan mencapai 79% pada siklus II. Pada siklus II, indikator kerja sama dalam kelompok mencapai 84%, interaksi dan komunikasi 76%, berbagi dan saling membantu 80%, serta empati 79%. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan outbound fun games efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran yang menyenangkan, kolaboratif, dan bermakna untuk meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini.
Copyrights © 2026