Detailing sambungan memegang peran penting pada struktur baja bangunan rest area karena menentukan kontinuitas aliran gaya, kemudahan ereksi, dan keandalan perilaku saat menerima beban gravitasi serta gempa. Penelitian ini bertujuan merumuskan detailing sambungan balok–kolom, sambungan antar kolom, dan pelat dasar pada gedung rest area Jalan Tol Palembang–Betung STA 71+000. Metode yang digunakan adalah kajian deskriptif-analitis berbasis dokumen perencanaan awal, meliputi data geometri, mutu material, gaya hasil analisis, dan detail elemen, yang kemudian dievaluasi menurut SNI 1729:2020 tentang spesifikasi bangunan gedung baja struktural dan SNI 7860:2020 tentang ketentuan seismik untuk bangunan gedung struktur baja. Hasil kajian menunjukkan bahwa sambungan balok–kolom paling sesuai menggunakan end-plate baut dengan baut A325 berdiameter 27 milimeter, jarak tepi 70 milimeter, dan jarak antar baut 125 milimeter agar transfer momen dan geser berlangsung memadai. Sambungan antar kolom direncanakan menggunakan splice plate dengan delapan baut berdiameter 20 milimeter dan pelat sambung tebal 10 milimeter, sedangkan pelat dasar menggunakan pelat tebal 25 milimeter dengan empat baut angkur berdiameter 24 milimeter. Detail tersebut menunjukkan kesesuaian antara kebutuhan kekuatan, daktilitas, dan konstruktabilitas. Dengan demikian, detailing sambungan yang konsisten terhadap SNI 1729:2020 dan SNI 7860:2020 dapat meningkatkan keandalan struktur baja gedung rest area serta menjadi acuan praktis bagi perencanaan sambungan sejenis lainnya.
Copyrights © 2026