Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KINERJA STRUKTUR GEDUNG FASHION GALLERY TERHADAP PENGGUNAAN KAYU LAMINASI LABAN Erma Desimaliana; Zachra Kamila Ramadhini; Altie Santika Arifin; Delinasimie Nurrensyah
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 21 No. 1 (2025)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.21.1.55-66.2025

Abstract

Seiring dengan berkembangnya industri fashion di Indonesia, pembangunan proyek konstruksi juga meningkat terutama gedung perbelanjaan. Material konstruksi yang umumnya digunakan pada proyek gedung perbelanjaan yaitu komposit antara beton bertulang dengan baja, sehingga diperlukan alternatif material konstruksi lainnya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan seperti kayu laminasi Laban. Maka, penelitian ini menganalisis kinerja struktur gedung Fashion Gallery di Kota Bandung terhadap penggunaan kayu laminasi Laban dengan bantuan perangkat lunak ETABS. Analisis struktur dilakukan menggunakan beban seismik, baik respon spektra sesuai SNI 1726:2019 maupun riwayat waktu sesuai FEMA 356. Dari metode respon spektra dilakukan pengecekan periode, ragam getar, gaya geser dasar, dan simpangan antar lantai; sedangkan metode riwayat waktu dilakukan pengecekan tingkat kinerja. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan kayu laminasi Laban pada struktur gedung Fashion Gallery di Kota Bandung ternyata menunjukkan kinerja struktur yang baik dengan tingkat kinerja LS (Life Safety). Tingkat kinerja struktur LS ini mengisyaratkan bahwa gedung perbelanjaan hanya boleh mengalami kerusakan pada elemen balok saja sehingga penghuninya masih dapat menyelamatkan diri ketika beban seismik terjadi. Hal ini juga didukung oleh nilai rasio drift lateral berada di rentang 1% hingga 2%.
Desain Struktur Komposit Baja-Beton Gedung Pusat Perbelanjaan di Kota Bekasi Tasya Nafitsah Maulida; Erma Desimaliana; Nessa Valiantine Diredja
Jurnal Basement : Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Basement : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/basement.v4i2.25544

Abstract

This study presents the structural design of a six-storey steel-concrete composite shopping building in Bekasi, West Java. The analysis aims to evaluate the adequacy of a composite structural system in terms of strength, stiffness, and seismic performance under gravity and earthquake actions. Using an analytical–descriptive design approach, a three-dimensional model was developed in ETABS, and seismic response was assessed using the response spectrum method in accordance with SNI 1726:2019, while load combinations were established based on SNI 1727:2020. The proposed system adopts a medium moment-resisting composite frame with 400×400×19 mm concrete-filled steel-tube columns and castellated steel beams to achieve structural efficiency and spatial flexibility. Structural performance was evaluated through modal mass participation, fundamental period, base shear, interstorey drift, and P-Delta response, followed by member and connection detailing in accordance with SNI 1729:2020 and SNI 2847:2019. The results indicate that the structural model satisfies the required performance criteria, with cumulative modal mass participation exceeding 90%, interstorey drift remaining within the allowable limit, and second-order effects still under acceptable control. The designed composite system, therefore, demonstrates adequate technical feasibility for application in mid-rise commercial buildings in seismic regions such as Bekasi City.
RESPON STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG SEKOLAH MODULAR DENGAN ANALISIS PUSHOVER Afsa Luxij Nurdiansyah; Erma Desimaliana; Ratih Dewi Shima
Surya Teknika Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Surya Teknika Volume 3 Nomor 1 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jst.v3i3.10668

Abstract

Indonesia berada pada wilayah dengan aktivitas seismik tinggi, sehingga bangunan publik seperti gedung sekolah rentan terhadap kerusakan akibat gempa bumi. Sistem bangunan modular Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) menjadi alternatif untuk percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja seismik gedung sekolah ketidakberaturan dengan sistem modular RISHA. Metode yang digunakan adalah analisis statis nonlinier (pushover analysis) dengan bantuan perangkat lunak SAP2000. Hasil analisis gaya dalam menunjukkan bahwa elemen struktur mampu menahan beban gravitasi dan lateral dengan rasio kapasitas di bawah batas izin. Analisis simpangan antar lantai menunjukkan bahwa lantai 1 memenuhi batas izin, sedangkan lantai 2 tidak memenuhi batas simpangan, hal ini disebabkan karena distribusi kekakuan yang tidak merata dan sambungan antar modul yang bersifat semi-rigid. Berdasarkan analisis pushover dengan batas simpangan 2% tinggi bangunan (120 mm), kinerja struktur berada pada tingkat Immediate Occupancy (IO) pada kondisi maksimum simpangan total dan Damage Control pada kondisi maksimum simpangan in elastis. Hal ini menunjukkan bahwa deformasi dan kerusakan struktural masih bersifat terbatas, sehingga sistem modular RISHA berpotensi diterapkan sebagai gedung sekolah di wilayah rawan gempa dengan peningkatan kekakuan struktur pada lantai atas
DETAILING SAMBUNGAN STRUKTUR BAJA GEDUNG REST AREA JALAN TOL RUAS PALEMBANG–BETUNG STA 71+000 Daffa Putra Ramdani; Nessa Valiantine Diredja; Erma Desimaliana
Surya Teknika Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Surya Teknika Volume 3 Nomor 1 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jst.v3i3.10825

Abstract

Detailing sambungan memegang peran penting pada struktur baja bangunan rest area karena menentukan kontinuitas aliran gaya, kemudahan ereksi, dan keandalan perilaku saat menerima beban gravitasi serta gempa. Penelitian ini bertujuan merumuskan detailing sambungan balok–kolom, sambungan antar kolom, dan pelat dasar pada gedung rest area Jalan Tol Palembang–Betung STA 71+000. Metode yang digunakan adalah kajian deskriptif-analitis berbasis dokumen perencanaan awal, meliputi data geometri, mutu material, gaya hasil analisis, dan detail elemen, yang kemudian dievaluasi menurut SNI 1729:2020 tentang spesifikasi bangunan gedung baja struktural dan SNI 7860:2020 tentang ketentuan seismik untuk bangunan gedung struktur baja. Hasil kajian menunjukkan bahwa sambungan balok–kolom paling sesuai menggunakan end-plate baut dengan baut A325 berdiameter 27 milimeter, jarak tepi 70 milimeter, dan jarak antar baut 125 milimeter agar transfer momen dan geser berlangsung memadai. Sambungan antar kolom direncanakan menggunakan splice plate dengan delapan baut berdiameter 20 milimeter dan pelat sambung tebal 10 milimeter, sedangkan pelat dasar menggunakan pelat tebal 25 milimeter dengan empat baut angkur berdiameter 24 milimeter. Detail tersebut menunjukkan kesesuaian antara kebutuhan kekuatan, daktilitas, dan konstruktabilitas. Dengan demikian, detailing sambungan yang konsisten terhadap SNI 1729:2020 dan SNI 7860:2020 dapat meningkatkan keandalan struktur baja gedung rest area serta menjadi acuan praktis bagi perencanaan sambungan sejenis lainnya.
STUDI EKSPERIMENTAL KUAT TARIK LENTUR BETON GEOPOLIMER DENGAN SUBSTITUSI PARSIAL LIMBAH KARBIT MUHAMMAD DAFFA FACHREZI; Erma Desimaliana; ALTIE SANTIKA ARIFIN
Surya Teknika Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Surya Teknika Volume 3 Nomor 1 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jst.v3i3.11974

Abstract

Beton geopolimer berbasis limbah industri berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap semen Portland, tetapi kapasitas tarik lenturnya harus dipastikan karena retak awal pada elemen balok berkembang dari zona tarik. Penelitian ini mengevaluasi kuat tarik lentur beton geopolimer dengan prekursor 50% fly ash kelas F dan 50% limbah karbit. Proporsi agregat:binder adalah 60%:40%, prekursor:alkali aktivator 70%:30%, NaOH 10 M, dan rasio Na₂SiO₃:NaOH 1:1. Tiga balok 150 mm × 150 mm × 600 mm dirawat dengan metode membran dan diuji pada umur 28 hari. Kuat tekan pada umur 28 hari sebesar 23,67 MPa digunakan secara terbatas sebagai parameter pendamping untuk mengevaluasi persamaan empiris kuat tarik lentur. Hasil pengujian balok mencapai 2,40–2,67 MPa dengan rata-rata 2,53 MPa, simpangan baku 0,14 MPa, dan koefisien variasi 5,33%. Persamaan SNI 2847:2019, 0,62√f′c, memprediksi 3,02 MPa atau 19,07% lebih tinggi daripada hasil eksperimen. Koefisien berbasis dataset yang diperoleh adalah 0,521√f′c. Retak berkembang relatif vertikal dari serat tarik bawah dan menunjukkan keruntuhan dominan lentur. Hasil ini merupakan benchmark kelayakan awal campuran, bukan bukti kausal peningkatan akibat limbah karbit karena tidak tersedia campuran kontrol.