Latar Belakang: Luka jaringan merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering terjadi pada korban bencana alam dan memerlukan penanganan yang efektif untuk mempercepat proses penyembuhan. Jambu biji (Psidium guajava) mengandung vitamin C, flavonoid, likopen, serta berbagai antioksidan yang berpotensi meningkatkan respons imun dan regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi jus jambu biji sebagai terapi nutrisi pendukung dalam mempercepat penyembuhan luka pada model mencit.Metode: Penelitian menggunakan desain eksperimen murni dengan pendekatan posttest-only. Sebanyak 30 ekor mencit dibagi secara acak ke dalam lima kelompok perlakuan. Seluruh mencit dibuat luka sayat sepanjang ±1 cm, kemudian diberikan jus jambu biji secara oral dengan dosis 1, 2, 3, 4, dan 5 mL per hari. Pada hari ke-5 dilakukan pengambilan jaringan luka untuk pemeriksaan histopatologi meliputi diferensiasi monosit menjadi makrofag, proliferasi fibroblas, dan pembentukan serabut kolagen.Hasil: Hasil histopatologi menunjukkan adanya peningkatan penyembuhan luka seiring meningkatnya dosis jus jambu biji. Kelompok dosis 4–5 mL/hari memperlihatkan jumlah makrofag, fibroblas, dan serabut kolagen yang lebih tinggi dibandingkan kelompok dosis rendah. Kelompok dosis 5 mL/hari menunjukkan transisi tercepat dari fase inflamasi menuju fase proliferasi sehingga menghasilkan gambaran regenerasi jaringan terbaik.Kesimpulan: Jus jambu biji berpotensi menjadi terapi nutrisi pendukung yang aman, mudah diperoleh, dan berbiaya rendah dalam mempercepat penyembuhan luka melalui peningkatan diferensiasi makrofag serta pembentukan kolagen. Temuan ini mendukung pemanfaatannya sebagai intervensi nutrisi pada penanganan luka, khususnya dalam situasi kegawatdaruratan bencana.Kata kunci: Psidium guajava, penyembuhan luka, makrofag, kolagen, kegawatdaruratan bencana, terapi nutrisi.
Copyrights © 2026