Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan respons cepat dan tepat. Mahasiswa nonkesehatan, sebagai bagian dari masyarakat umum, memiliki peluang besar menjadi penolong pertama, namun sering kali memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan BHD terhadap tingkat pengetahuan mahasiswa nonkesehatan dalam melakukan pertolongan pertama pada korban henti jantung. Metode pada penelitian kuantitatif ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 32 mahasiswa nonkesehatan semester III Universitas Sari Mulia yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian yaitu terdapat peningkatan signifikan tingkat pengetahuan mahasiswa setelah mengikuti pelatihan BHD, dengan nilai p = 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pemahaman peserta terkait pertolongan pertama pada henti jantung. Simpulan dinyatakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar efektif dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa nonkesehatan. Kegiatan pelatihan semacam ini perlu diintegrasikan secara rutin dalam program pendidikan nonkesehatan sebagai upaya preventif dalam menghadapi kegawatdaruratan di lingkungan masyarakat.
Copyrights © 2026