Pengelolaan persediaan obat merupakan salah satu aspek penting dalam menjamin mutu pelayanan kefarmasian di puskesmas, terutama dalam kondisi keterbatasan anggaran dan tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan. Metode ABC–VEN dapat digunakan untuk membantu menentukan prioritas pengendalian obat berdasarkan nilai investasi dan tingkat kepentingan klinis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian obat di Puskesmas Pajang menggunakan metode ABC–VEN berdasarkan sumber dana APBD dan BLUD. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan data Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) periode Januari–Desember 2025 dan teknik total sampling. Hasil analisis ABC menunjukkan bahwa kategori A mendominasi nilai investasi, yaitu 70,70% (APBD) dan 70,59% (BLUD). Analisis VEN menunjukkan dominasi kategori essential sebesar 82,07% (APBD) dan 73,28% (BLUD). Kombinasi ABC–VEN menunjukkan kategori utama (U) sebagai kelompok dominan, yaitu 82% (APBD) dan 73% (BLUD), sedangkan kategori prioritas (P) relatif kecil, yaitu 0,30% dan 2%. Proporsi anggaran pada kategori non-essential masih cukup tinggi, terutama pada BLUD (24,62%).
Copyrights © 2026