Perkembangan balita merupakan proses multidimensional yang dipengaruhi oleh interaksi faktor biologis dan lingkungan. Status gizi, riwayat berat badan lahir rendah (BBLR), ASI eksklusif, stimulasi, pola asuh, dan screen time merupakan faktor yang berpotensi berhubungan dengan perkembangan anak. Menganalisis hubungan status gizi, riwayat BBLR, ASI eksklusif, stimulasi, pola asuh, dan screen time dengan perkembangan balita di wilayah kerja Puskesmas Balowerti Kota Kediri. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada 60 balita usia 12–60 bulan yang dipilih menggunakan simple random sampling dari populasi 1.046 balita. Status gizi dinilai berdasarkan pengukuran antropometri, riwayat BBLR berdasarkan riwayat berat lahir, sedangkan ASI eksklusif, stimulasi, pola asuh, dan screen time dinilai menggunakan kuesioner. Perkembangan anak dinilai menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan α=0,05. Hasil: Sebagian besar balita memiliki status gizi normal (55,0%), tidak memiliki riwayat BBLR (83,3%), memperoleh ASI eksklusif (63,3%), mendapatkan stimulasi baik (51,7%), memiliki pola asuh baik (63,3%), dan screen time kategori cukup (56,7%). Sebanyak 78,3% balita memiliki perkembangan sesuai. Terdapat hubungan antara status gizi (p=0,014; r=0,315), riwayat BBLR (p<0,001; r=0,858), ASI eksklusif (p<0,001; r=0,446), stimulasi (p<0,001; r=0,488), pola asuh (p=0,002; r=0,390), dan screen time (p<0,001; r=0,584) dengan perkembangan balita. Keenam variabel menunjukkan hubungan bermakna dengan perkembangan balita. Penguatan pemantauan tumbuh kembang, stimulasi, pengasuhan responsif, praktik pemberian ASI, pemenuhan gizi, serta pengelolaan screen time perlu dilakukan secara terintegrasi di tingkat keluarga dan pelayanan kesehatan primer. Kata kunci: perkembangan balita; status gizi; BBLR; ASI eksklusif; stimulasi; pola asuh; screen time
Copyrights © 2026