Abstrak Tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan terutama menyerang jaringan parenkim paru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain case control untuk mengidentifikasi hubungan antara berbagai faktor risiko dan kejadian TB paru. Analisis dilakukan melalui perbandingan antara kelompok kasus, yaitu responden yang telah didiagnosis menderita TB paru, dengan kelompok kontrol yang terdiri atas responden yang tidak menderita TB paru. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku merokok memiliki hubungan yang bermakna secara statistik dengan kejadian TB paru (p = 0,018; OR = 7,5; 95% CI: 1,307–43,028). Kepadatan hunian juga terbukti berhubungan secara signifikan dengan kejadian TB paru (p = 0,005; OR = 12,375; 95% CI: 1,828–83,767), riwayat kontak dengan penderita TB memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian TB paru (p = 0,001; OR = 27,000; 95% CI: 2,561–284,696), Sebaliknya, tingkat pengetahuan mengenai TB tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan kejadian TB paru (p = 0,097; OR = 0,156; 95% CI). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perilaku merokok, kepadatan hunian, dan riwayat kontak dengan penderita TB merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru. Sementara itu, tingkat pengetahuan mengenai TB tidak terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian TB paru pada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas 7 Ulu Kota Palembang Tahun 2026 Kata Kunci: kepadatan hunian, pengetahuan tentang TB paru, perilaku merokok, Riwayat kontak dengan penderita TB
Copyrights © 2026