Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Jakabaring Devi Marlina; Ririn Noviyanti Putri; Putri Amanda Irmawan; Eka Safitri Dayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i1.333

Abstract

Peningkatan jumlah penderita DM Tipe 2 terjadi secara signifikan seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat, urbanisasi, dan bertambahnya usia harapan hidup. Sebagian besar berkaitan dengan faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, dan perilaku merokok. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian DM Tipe 2 sangat memerlukan pendekatan promotif dan preventif. Pencegahan DM Tipe 2 melalui edukasi kesehatan, peningkatan aktivitas fisik, dan perubahan perilaku hidup sehat terbukti efektif dalam menurunkan risiko kejadian diabetes dan komplikasinya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat, sehingga berkontribusi pada penurunan faktor risiko DM Tipe 2. Pelaksanaan kegiatan dimulai dari pemberian pre-test, penyampaian materi edukasi tentang pengertian Diabetes Melitus Tipe 2, faktor risiko, dampak, serta upaya pencegahan melalui metode ceramah dan diskusi interaktif. Pemberian post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta setelah kegiatan edukasi. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan edukasi 60% pada pre-test menjadi 100 % pada post-test. Peningkatan ini mengindikasi bahwa pemberian informasi edukasi dan penyuluhan mengenai pola hidup dan aktivitas fisik pada peserta bisa membentuk sikap pencegahan terhadap penyakit diabetes melitus tipe 2. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan pola hidup sehat peserta.
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU Eka Safitri Dayanti; Nur Asbon; Devi Marlina
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7947

Abstract

Abstrak Tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan terutama menyerang jaringan parenkim paru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain case control untuk mengidentifikasi hubungan antara berbagai faktor risiko dan kejadian TB paru. Analisis dilakukan melalui perbandingan antara kelompok kasus, yaitu responden yang telah didiagnosis menderita TB paru, dengan kelompok kontrol yang terdiri atas responden yang tidak menderita TB paru. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku merokok memiliki hubungan yang bermakna secara statistik dengan kejadian TB paru (p = 0,018; OR = 7,5; 95% CI: 1,307–43,028). Kepadatan hunian juga terbukti berhubungan secara signifikan dengan kejadian TB paru (p = 0,005; OR = 12,375; 95% CI: 1,828–83,767), riwayat kontak dengan penderita TB memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian TB paru (p = 0,001; OR = 27,000; 95% CI: 2,561–284,696), Sebaliknya, tingkat pengetahuan mengenai TB tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan kejadian TB paru (p = 0,097; OR = 0,156; 95% CI). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perilaku merokok, kepadatan hunian, dan riwayat kontak dengan penderita TB merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru. Sementara itu, tingkat pengetahuan mengenai TB tidak terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian TB paru pada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas 7 Ulu Kota Palembang Tahun 2026   Kata Kunci: kepadatan hunian, pengetahuan tentang TB paru, perilaku merokok, Riwayat kontak dengan penderita TB