HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Vol. 5 No. 4 (2026)

PERILAKU PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DENGAN JUMLAH KEHILANGAN GIGI LANSIA DI POSYANDU LANSIA SEKAR ARUM GUBENG SURABAYA TAHUN 2026

Yunita Kharismawati (Poltekkes Kemeskes Surabaya)
I.G.A Kusuma Astuti N.P. (Poltekkes Kemeskes Surabaya)
Dwi Septiarini (Poltekkes Kemenkes Surabaya)
Ratih Larasati (Poltekkes Kemenkes Surabaya)



Article Info

Publish Date
02 Sep 2026

Abstract

The high percentage of elderly who do not have 20 functional teeth remains a problem in oral health for the elderly. This study aims to determine the relationship between dental health maintenance behavior and the number of missing teeth in elderly at Posyandu Lansia Sekar Arum Gubeng Surabaya. This study used quantitative analytic method with cross-sectional design. The sample consisted of 54 elderly respondents selected using simple random sampling technique. Data were collected using questionnaire and oral cavity examination. Data analysis was performed using chi-square test with a significance level of 0.05. The results showed that most elderly had poor dental health maintenance behavior (44 people/81.5%) and had less than 20 functional teeth (43 people/79.6%). The chi-square test results showed a p-value of 0.000 (<0.05), indicating a significant relationship with a contingency coefficient of 0.686, which demonstrates a strong relationship between dental health maintenance behavior and the number of missing teeth in elderly. Elderly with poor dental health maintenance behavior tend to have fewer functional teeth compared to those with better behavior. This indicates that dental health maintenance behavior plays an important role in preserving the number of functional teeth in the elderly. ABSTRAK Tingginya persentase lansia yang tidak memiliki 20 gigi berfungsi masih menjadi masalah kesehatan gigi dan mulut pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dengan jumlah kehilangan gigi lansia di Posyandu Lansia Sekar Arum Gubeng Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 54 responden lansia yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan rongga mulut. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebagian besar responden memiliki perilaku pemeliharaan kesehatan gigi kategori buruk (81,5%) dan jumlah gigi berfungsi <20 (79,6%). Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dengan jumlah kehilangan gigi pada lansia (p<0,001). Kekuatan hubungan berdasarkan koefisien kontingensi sebesar 0,686, yang menunjukkan hubungan dalam kategori kuat. Lansia dengan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi yang kurang baik cenderung memiliki jumlah gigi berfungsi yang lebih sedikit dibandingkan lansia dengan perilaku yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku pemeliharaan kesehatan gigi memiliki peranan penting dalam mempertahankan jumlah gigi yang masih berfungsi pada lansia.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

healthy

Publisher

Subject

Description

HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu ...