Ketersediaan data curah hujan yang lengkap dan berjangka panjang merupakan kebutuhan penting dalam analisis hidrologi. Namun demikian, ketersediaan data tersebut masih terbatas karena tidak seluruh wilayah, khususnya daerah terpencil, memiliki stasiun hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat akurasi data curah hujan hasil estimasi satelit IMERG (Integrated Multi-satellite Retrievals for GPM) serta menentukan faktor koreksi guna meningkatkan kesesuaiannya terhadap data hujan hasil pengukuran di lapangan. Koreksi data curah hujan satelit IMERG dilakukan menggunakan metode regresi. Tingkat keakuratan data hujan satelit terhadap data hujan terukur dianalisis menggunakan parameter Root Mean Squared Error (RMSE), Nash–Sutcliffe Efficiency (NSE), Koefisien Korelasi (R) serta Relative Bias (RB). Hasil analisis menunjukkan bahwa akurasi data hujan harian satelit GPM tergolong rendah, namun mengalami peningkatan pada skala waktu bulanan. Hasil analisis menunjukkan peningkatan akurasi yang ditunjukkan oleh nilai NSE sebesar 0,133 yang termasuk dalam kategori memenuhi, nilai R masih sebesar 0,813 yang menunjukkan hubungan sangat kuat, serta nilai RMSE menurun sebesar 10,589, serta nilai RB menurun sebesar 2,47% yang menunjukkan kecendrungan overestimasi. Dengan demikian, data curah hujan bulanan dengan satelit IMERG yang telah dikoreksi dapat digunakan sebagai sumber data curah hujan alternatif yang tepat untuk wilayah dengan keterbatasan ketersediaan data curah hujan hasil pengukuran.
Copyrights © 2026