ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin
Vol. 4 No. 8 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Agustus 2026

Estimasi Emisi CO2 Berdasarkan Metode IPCC pada Alat Gali Muat dan Alat Angkut di Tambang Batubara

Yunida Iashania (Program Studi Teknik Pertambangan, Universitas Palangka Raya, Indonesia)
Asri Fridtriyanda (Program Studi Arsitektur, Universitas Palangka Raya, Indonesia)
Onie Dian Sanitha (Program Studi Teknik Pertambangan, Universitas Palangka Raya, Indonesia)
Iyes Rani Simanullang (Program Studi Arsitektur, Universitas Palangka Raya, Indonesia)
Jeremy Junior Kurniawan (Program Studi Arsitektur, Universitas Palangka Raya, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Aug 2026

Abstract

Sektor pertambangan batubara merupakan salah satu kegiatan industri yang menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK), terutama karbon dioksida (CO₂), akibat penggunaan bahan bakar fosil pada alat berat. Upaya pengendalian emisi menjadi bagian penting dalam penerapan konsep sustainable mining guna mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi emisi CO₂ yang dihasilkan oleh alat gali muat dan alat angkut pada kegiatan penambangan batubara menggunakan metode yang mengacu pada pedoman Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Metode penelitian yang digunakan deskripsi kuantitatif menggunakan data konsumsi bahan bakar, produktivitas alat gali muat, jumlah alat angkut, dan jarak pengangkutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa excavator E5417 memiliki produktivitas tertinggi sebesar 236,80 bcm/jam dengan emisi CO₂ sebesar 46,68 ton CO₂/bulan. Excavator E421 memiliki produktivitas sebesar 207,01 bcm/jam dengan emisi sebesar 50,68 ton CO₂/bulan, sedangkan excavator E5414 memiliki produktivitas terendah sebesar 185,86 bcm/jam dengan emisi tertinggi sebesar 60,02 ton CO₂/bulan. Total emisi CO₂ yang dihasilkan oleh 15 unit alat angkut mencapai 500,18 ton CO₂/bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat dengan alat angkut memiliki total emisi CO₂ yang lebih banyak, sehingga peningkatan efisiensi operasional dapat menjadi strategi untuk menurunkan intensitas emisi pada kegiatan penambangan batubara.

Copyrights © 2026