ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pembentukan relasi sosial pada siswa tunagrahita di SMA Luar Biasa Negeri Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa dengan disabilitas intelektual yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dipastikan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan relasi sosial di kalangan siswa dengan disabilitas intelektual terjadi melalui interaksi berulang dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan sekolah lainnya. Relasi sosial terbentuk melalui interaksi antara siswa dengan teman sebaya, guru, dan lingkungan sekolah. Dalam proses ini, komunikasi interpersonal dan penggunaan simbol nonverbal, seperti gestur, ekspresi wajah, dan tindakan fisik—berperan penting dalam membangun pemahaman dan kedekatan sosial. Pengembangan karakter dan kepercayaan diri siswa dilakukan melalui keteladanan guru, pemberian motivasi, dan pelibatan siswa dalam berbagai kegiatan sekolah. Faktor pendukung dalam pembentukan relasi sosial meliputi peran guru, lingkungan sekolah yang inklusif, serta kesempatan berinteraksi yang diberikan secara berkelanjutan kepada siswa. Sementara itu, hambatan yang teridentifikasi meliputi keterbatasan kemampuan komunikasi verbal, rasa malu, dan kurangnya kepercayaan diri siswa untuk memulai interaksi sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan relasi sosial, karakter, sikap, dan kepercayaan diri pada siswa dengan disabilitas intelektual merupakan hasil dari proses interaksi simbolik yang berkelanjutan, yang didukung oleh lingkungan sekolah dan bimbingan guru yang konsisten. ABSTRACT This study aims to examine in depth the formation of social relations as well as the development of character, attitudes, and self-confidence among students with intellectual disabilities at the State Special Senior High School for the Development of Family Welfare, Lampung Province. This research employs a qualitative approach with a case study method. Data collection was conducted through observation, in-depth interviews, and documentation. The research informants consisted of the principal, teachers, and students with intellectual disabilities selected using purposive sampling techniques. Data analysis was carried out through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The results of the study indicate that the formation of social relations among students with intellectual disabilities occurs through repeated interactions in learning activities as well as other school activities. Social relations are formed through interactions between students and peers, teachers, and the school environment. In this process, interpersonal communication and the use of nonverbal symbols such as gestures, facial expressions, and physical actions serve as important means in building understanding and social closeness. The development of students’ character, attitudes, and self-confidence is carried out through habituation, teacher role modeling, motivation, and student involvement in various school activities. Supporting factors in the formation of social relations include the role of teachers, an inclusive school environment, and continuous opportunities for interaction provided to students. Meanwhile, the obstacles identified include limited verbal communication skills, feelings of shyness, and students’ lack of confidence in initiating social interactions. This study concludes that the formation of social relations, character, attitudes, and self-confidence among students with intellectual disabilities is the result of an ongoing symbolic interaction process supported by the school environment and consistent teacher guidance.
Copyrights © 2026