Dengan perluasan infrastruktur telekomunikasi, penyedia layanan menara membutuhkan proses bisnis yang efisien untuk pengarsipan tata kelola. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki proses bisnis saat ini (as-is) dan mengklasifikasikan kebutuhan sistem manajemen informasi untuk PT. Ben Mitra Menara. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, ditemukan masalah krusial terkait manajemen arsip operasional yang melibatkan 20 site lebih dengan hanya ditangani oleh 3 orang staf administrasi. Pelaporan dokumentasi dan perizinan lahan (site baru) masih dikirimkan melalui aplikasi pesan instan WhatsApp, sementara pencarian data historis untuk site lama sangat bergantung pada riwayat percakapan dan folder lokal admin yang rentan rusak atau hilang. Kondisi ini memicu tingginya risiko kehilangan aset data perusahaan (data loss), membuang waktu produktif staf administrasi hingga hampir 3 jam setiap harinya hanya untuk mencari arsip (total kerugian 198 jam produktivitas per bulan), serta menyebabkan kerja ganda dalam penyusunan invoice penagihan. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan pemodelan proses bisnis diagram alir. Hasil analisis merekomendasikan rekayasa ulang proses bisnis (to-be) melalui implementasi document management system (DMS) berbasis cloud terpusat dan aplikasi mobile untuk pelaporan tim lapangan. Integrasi sistem ini diyakini mampu menjamin keamanan data, menghilangkan inefisiensi waktu, serta mempercepat siklus penagihan keuangan perusahaan.
Copyrights © 2026