Kemampuan pemecahan masalah matematika masih menjadi tantangan bagi banyak siswa Indonesia, dan salah satu faktor internal yang diduga kuat memengaruhinya adalah gaya kognitif, khususnya dimensi Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD), sehingga pemetaan kontribusinya penting dilakukan untuk mendukung pembelajaran matematika yang lebih adaptif. Studi ini diorientasikan untuk menguji ada tidaknya perbedaan signifikan pada kapasitas pemecahan masalah matematis antara pelajar yang memiliki gaya kognitif FI dan FD pada jenjang kelas XI di sebuah madrasah aliyah negeri. Melalui pendekatan kuantitatif komparatif, riset ini melibatkan 60 siswa sebagai subjek amatan, terdiri atas 31 pelajar bertipe FI dan 29 pelajar bertipe FD yang dihimpun lewat teknik purposive sampling. Pemetaan karakteristik gaya kognitif siswa dievaluasi menggunakan instrumen Group Embedded Figures Test (GEFT), sedangkan kompetensi pemecahan masalah diukur lewat instrumen tes esai yang mengacu pada empat langkah Polya, meliputi: pemahaman masalah, penyusunan rencana, eksekusi rencana, hingga peninjauan kembali hasil. Temuan ini menegaskan bahwa karakteristik kognitif anak memegang andil besar dalam memengaruhi kapabilitas mereka menyelesaikan persoalan matematika, sekaligus memperkuat urgensi bagi guru untuk merancang pembelajaran berdiferensiasi yang mengakomodasi kebutuhan siswa FI maupun FD secara proporsional.
Copyrights © 2026