Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Pemahaman Siswa terhadap Konsep Segiempat Yulia Yulia
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2019): EQUALS
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.675 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemahaman siswa terhadap konsep segi empat. Subjek penelitian ini ada 3 orang siswa yang terdiri dari subjek kemampuan tinggi (KT), subjek kemampuan sedang (KS), dan subjek kemampuan rendah (KR). Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama yang dipandu oleh tes pemahaman konsep dan pedoman wawancara berbasis tes yang valid dan reliabel. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan tes dan wawancara berbasis tes. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII yang terdiri dari 3 orang. Proses penelitian mengikuti tahap-tahap: (a) merumuskan instrumen pendukung (tes pemahaman konsep dan pedoman wawancara) yang valid dan reliabel, (b) melakukan pengambilan subjek penelitian dengan memberikan tes kemampuan awal, (c) melakukan pengambilan data untuk mengungkap pemahaman siswa terhadap konsep segiempat, (d) melakukan triangulasi waktu untuk mendapatkan data yang valid, (e) melakukan analisis data pemahaman siswa terhadap konsep segiempat, (f) melakukan pembahasan hasil analisis, (g) melakukan penarikan kesimpulan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan: (a) pemahaman konsep segiempat subjek KT termasuk kategori sangat tinggi, (b) pemahaman konsep segiempat subjek KS termasuk kategori tinggi, (c) pemahaman konsep segiempat subjek KR termasuk kategori rendah. Ketiga subjek tersebut belum dapat mengembangkan syarat cukup atau syarat perlu dari konsep segiempat.
PERAN PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN EKONOMI IBU RUMAH TANGGA DI DESA SANDANA, KECAMATAN GALANG, KABUPATEN TOLITOLI Rina Abd. Halik; Syamsuri; Yulia
Journal of Islamic Community and Development Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Islamic Community and Development
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jicd.v2i1.2528

Abstract

Penelitian ini berjudul “Peran Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Dalam Meningkatkan Ekonomi Ibu Rumah Tangga Di Desa Sandana, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli”. Pokok permasalah adalah Bagaimana peran pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga dalam meningkatkan ekonomi ibu rumah tangga serta apa saja faktor penghambat dan pendukung peran pemberdayaan kesejahteraan keluarga dalam meningkatkan pendapatan keluarga di Desa Sandana Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga dalam meningkatkan ekonomi ibu rumah tangga serta untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung peran pemberdayaan kesejahteraan keluarga dalam meningkatkan pendapatan keluarga di Desa Sandana Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini merupakan penelitian yang deskriptif dengan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kader PKK dan Ibu Rumah Tangga yang tidak ikut serta dalam organisasi PKK. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti merupakan instrument utama dalam melakukan penelitian dengan dibantu oleh pedoman wawancara dan dokumentasi. Sumber data dari penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Adapun teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program yang diadakan oleh PKK terhadap peningkatan ekonomi ibu rumah tangga berjalan dengan baik dan memberikan dampak apabila diimplementasikan. Faktor penghambat dari program PKK dapat dilihat dari keterlibatan dari masyarakat yang masih kurang dikarenakan memiliki kesibukan masing-masing. Faktor pendukung dari program PKK dapat dilihat dari fasilitasnya yang mendukung dan memadai.
Technological, pedagogical, and content knowledge among mathematics teachers: Difference of teaching experience and certification status Badjeber, Rafiq; Yulia, Yulia; Mijra, Mijra; Winda, Winda
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 15 No 2 (2024): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Islam Raden Intan Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajpm.v15i2.24673

Abstract

Background: Teachers continue to face challenges in applying Technological, Pedagogical, and Content Knowledge (TPACK) in classroom settings. Many mathematics teachers, in particular, lack adequate preparation and mastery of the three core components of TPACK.Aim: This study aims to investigate and analyze differences in TPACK proficiency among mathematics teachers based on their teaching experience and certification status.Method: Adopting a mixed-method approach with a sequential explanatory design, the study involved 65 Islamic Junior and Senior High School mathematics teachers in Palu City, selected through proportionate stratified random sampling. Additionally, four teachers were interviewed to gain deeper insights. The instruments used included TPACK questionnaires and structured interview guidelines.Results: The findings revealed no significant differences in TPACK proficiency between certified and non-certified mathematics teachers. While teachers demonstrated a solid understanding of content and appropriate teaching methods, they seldom incorporated technology into their instruction. Furthermore, teaching experience showed no substantial impact on TPACK proficiency. Junior teachers were observed to have better familiarity with technology, while senior teachers exhibited greater adaptability in managing diverse classroom situations.Conclusion: Certification status and teaching experience do not significantly influence TPACK proficiency among mathematics teachers. The primary barrier to integrating technology lies in limited access to adequate facilities. Continued professional development initiatives are essential to enhance teachers' technological competencies and their integration into classroom practices.
Fenomenologi Pembelajaran Matematika SMP pada Materi Garis dan Sudut Septiani, Isra; Nursupiamin, Nursupiamin; Yulia, Yulia
Leibniz: Jurnal Matematika Vol. 5 No. 02 (2025): Leibniz: Jurnal Matematika
Publisher : Program Studi Matematika - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leibniz.v5i02.574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengalaman belajar peserta didik SMP dalam pembelajaran matematika pada materi garis dan sudut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian ini berfokus pada pemahaman subjektif partisipan terhadap pembelajaran di dalam kelas. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, dengan empat informan, yaitu tiga peserta didik kelas VII dan satu guru matematika di MTsS Alkhairaat Kalukubula. Teknik analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan model Miles dan Huberman, melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama yang membentuk struktur pengalaman belajar peserta didik yaitu: makna belajar matematika bagi peserta didik, interaksi dan partisipasi dalam pembelajaran, serta kesulitan konseptual dalam memahami materi garis dan sudut. Peserta didik memaknai belajar matematika secara berbeda, tergantung pada keberhasilan memahami materi dan kenyamanan interaksi sosial di kelas. Peserta didik yang memahami materi merasa percaya diri dan senang, sedangkan yang kesulitan cenderung diam, takut bertanya, dan menarik diri dari proses pembelajaran. Selain itu, keterbatasan media visual dan rendahnya kemampuan visualisasi menjadi penyebab utama kesulitan konseptual Peserta didik dalam memahami sudut dan relasinya dengan garis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran matematika yang bermakna tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga perlu memperhatikan dimensi emosional dan sosial peserta didik.
ANALISIS KETERAMPILAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V DI MI ALKHAIRAAT BIROMARU Sarwana, Sarwana; Nursupiamin, Nursupiamin; Yulia, Yulia
IBTIDAI'Y DATOKARAMA: JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 6 No. 1 (2025): Ibtidaiy Datokarama: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/ibtidaiy.Vol6.Iss1.193

Abstract

Skripsi ini membahas secara mendalam mengenai analisis keterampilan guru dalam mengelola kelas pada mata pelajaran matematika untuk siswa kelas V di MI Alkhairaat Biromaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi berbagai isu yang muncul, yaitu: (1) bagaimana keterampilan guru dalam mengelola kelas pada mata pelajaran matematika kelas V di MI Alkhairaat Biromaru? dan (2) apa saja kendala yang dihadapi serta upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengelola kelas tersebut? Keterampilan guru dalam mengelola kelas sangat penting, karena mencakup kemampuan untuk menciptakan dan mempertahankan lingkungan belajar yang kondusif, serta mengatasi gangguan yang mungkin terjadi selama proses pembelajaran. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif. Untuk memperoleh data yang akurat, peneliti menerapkan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan secara interaktif dan berkelanjutan hingga mencapai titik jenuh, melalui langkah-langkah seperti reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru dalam mengelola kelas sudah sangat baik, terlihat dari berbagai aspek seperti suasana belajar yang hangat, penggunaan metode yang bervariasi, serta penanaman kedisiplinan. Meskipun terdapat kendala, seperti perbedaan kemampuan peserta didik dan masalah disiplin, upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut sangat signifikan. Penelitian ini menegaskan bahwa keterampilan guru berpengaruh besar terhadap suasana belajar dan motivasi siswa, sehingga penting bagi lembaga pendidikan untuk memberikan pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru dalam pengelolaan kelas dan metode pembelajaran yang inovatif
Learning Mathematics in the Digital Era: An Analysis of High School Students’ Interaction Patterns through TikTok Putri, Putri; Nursupiamin, Nursupiamin; Yulia, Yulia
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 11, No 1 (2026): Volume 11 Number 1, March 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v11i1.8036

Abstract

The rapid growth of social media has reshaped students’ learning behaviors and interaction patterns, including in mathematics education. TikTok, as a short-form video platform widely used by adolescents, offers unique affordances for micro-learning, algorithm-driven content exposure, and non-linear interaction. Although previous studies have demonstrated that TikTok can improve students’ mathematics achievement, motivation, and interest, limited attention has been paid to the underlying social-cognitive interaction processes through which mathematical understanding is constructed. This study aims to analyze high school students’ interaction patterns in learning mathematics through TikTok by examining how digital interactions support mathematical sense-making rather than merely learning outcomes.This study employed a descriptive qualitative approach involving four eleventh-grade students at MAN 2 Palu, Indonesia, selected through purposive sampling. Data were collected through observations of students’ TikTok activities and semi-structured interviews. The analysis was guided by Moore’s interaction model, encompassing student–content, student–creator interactions, and student–student interactions, adapted to the non-linear and algorithmic context of TikTok. The findings reveal three distinct interaction patterns: high, moderate, and low. Students with high interaction levels actively engaged across all three interaction dimensions, demonstrating reflective learning, digital self-efficacy, and autonomous regulation of mathematical learning. In contrast, students with moderate and low interaction levels primarily engaged in passive content consumption, with limited social and pedagogical interaction, positioning TikTok more as an entertainment platform than a learning space. These differences indicate that mathematical sense-making on TikTok is strongly mediated by the quality of interaction rather than the intensity of platform use alone. This study highlights that TikTok’s educational potential lies not merely in its effectiveness in improving scores, but in how interaction quality shapes students’ cognitive engagement and meaning-making processes in mathematics learning. The findings suggest that integrating structured interaction designs and fostering digital self-efficacy are crucial for maximizing the pedagogical value of social media-based mathematics learning.Pembelajaran Matematika di Era Digital: Analisis Pola Interaksi Peserta Didik SMA melalui Media TikTokABSTRAKPerkembangan media sosial telah mengubah cara siswa mengakses, memaknai, dan berinteraksi dengan pengetahuan matematika. TikTok, sebagai platform video pendek berbasis algoritma, menawarkan karakteristik pembelajaran yang berbeda dari platform digital konvensional karena menggabungkan konten ringkas, atensi cepat, serta interaksi sosial yang bersifat spontan dan tidak linier. Namun, masih terbatas penelitian yang menjelaskan bagaimana pola interaksi siswa di TikTok berkontribusi terhadap proses mathematical sense-making, bukan sekadar peningkatan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi siswa SMA dalam pembelajaran matematika melalui TikTok dengan menggunakan Model Interaksi Moore yang mencakup student–content, student–creator interaction, dan student–student interaction. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan empat siswa kelas XI MAN 2 Kota Palu yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas TikTok dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga kategori pola interaksi, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Siswa dengan interaksi tinggi aktif pada ketiga dimensi Moore, memanfaatkan fitur TikTok seperti video pendek, komentar, Live, dan pesan langsung untuk membangun pemahaman konsep, merefleksikan strategi penyelesaian soal, serta mendiskusikan ide matematika secara kolaboratif. Sebaliknya, siswa dengan interaksi rendah cenderung hanya mengakses konten secara pasif dan tidak terlibat dalam proses negosiasi makna matematis. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan kualitas interaksi digital berpengaruh signifikan terhadap cara siswa membangun pemahaman matematika di lingkungan media sosial. Disimpulkan bahwa keunikan TikTok sebagai ruang belajar tidak terletak pada kontennya semata, melainkan pada pola interaksi sosial-kognitif yang terbentuk melalui integrasi algoritma, micro-learning, dan jejaring sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya menggeser fokus kajian dari efektivitas hasil belajar menuju analisis proses interaksi digital sebagai kunci pengembangan pembelajaran matematika berbasis media sosial.Kata Kunci :pola interaksi; pembelajaran matematika; siswa SMA; TikTok
Profile of Seventh-Grade Middle School Students' Understanding of Fractions Siva Natun; Rafiq Badjeber; Yulia Yulia
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 10, No. 1: May 2026
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/kontinu.10.1.111-122

Abstract

Abstract. This study aims to describe seventh-grade students' understanding of fractions at SMP. This study employs a descriptive qualitative approach and a case study design, with three students as subjects classified into high, medium, and low categories. Data were collected through tests, interviews, and documentation. The study's results show that students' understanding of fractions varies. Students in the high category can explain and apply the concept of fractions effectively. Students in the medium category still have difficulty distinguishing between types of fractions, but can explain the meaning of a fraction and give everyday examples. Meanwhile, students in the low category show limited understanding of the concept, as they still have difficulty explaining fractions and are therefore unable to apply it effectively.Keywords: Fraction concepts, Conceptual understanding, Mathematics learning,  Junior high school students
The Influence of Visual Learning Style and Mathematical Learning Motivation on Geometry Understanding of Class X Students of MAN 2 Palu City Achmad Nuuryadin; Rafiq Badjeber; Yulia Yulia
Journal of Educational Sciences Vol. 10 No. 6 (2026): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.10.6.p.482-497

Abstract

This study aims to analyze the influence of visual learning styles and mathematical learning motivation on the understanding of geometry material of class X students of MAN 2 Palu City. This study is motivated by the importance of visualization abilities and learning motivation in understanding abstract and spatial geometric concepts. The study uses a quantitative approach with an ex post facto research type. The research sample consisted of 219 students selected using a simple random sampling technique. Data collection was carried out through a visual learning style questionnaire, a mathematical learning motivation questionnaire, and a geometry understanding test. Data analysis used multiple linear regression. The results showed that visual learning styles had a positive and significant effect on geometry understanding with a significance value of 0.001. Mathematical learning motivation also had a positive and significant effect with a significance value of 0.001. Simultaneously, both variables had a significant effect on geometry understanding with an F_count value of 163.484 and a coefficient of determination of 0.602. This study concluded that students' geometry understanding was influenced by their visual abilities and mathematical learning motivation.
The Effect of Differentiated Learning on Understanding the Concept of Quadratic Functions at MAN 2 Palu City Khairil Anwar; Rafiq Badjeber; Yulia Yulia
Journal of Educational Sciences Vol. 10 No. 6 (2026): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.10.6.p.550-561

Abstract

Students’ understanding of mathematical concepts, particularly in quadratic functions, is still relatively low because the material requires abstract and representational thinking skills. Therefore, an adaptive learning approach that accommodates students’ learning characteristics is needed. This study aimed to determine the effect of differentiated instruction on students’ understanding of quadratic function concepts in class X of MAN 2 Palu City. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a One-Group Pretest-Posttest Design. The research sample was selected through purposive sampling. The research instrument consisted of an essay test on quadratic function conceptual understanding that had been validated by experts. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics through the Paired Sample t-Test. The results showed that the average pretest score of students was 77.17, while the average posttest score increased to 88.17 after the implementation of differentiated instruction. The hypothesis testing results indicated a significance value of less than 0.05, showing a significant difference between pretest and posttest scores. In addition, the Cohen’s d effect size indicated a very large effect category. Thus, differentiated instruction can be considered an effective learning approach to improve students’ understanding of quadratic function concepts.
Analisis Deskriptif Kemampuan Literasi Matematis Siswa Kelas VII dalam Menyelesaikan Soal Cerita Anggun Marwah Silfana T Yanamo; Rafiq Badjeber; Yulia Yulia
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 8 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v8i1.11532

Abstract

Penelitian ini mengkaji kemampuan literasi matematis siswa kelas VII dalam menyelesaikan soal cerita yang dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan siswa dalam memahami permasalahan kontekstual dan mentransformasikannya ke dalam model matematika. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa berdasarkan indicator memahami konteks masalah, melakukan matematisasi, menggunakan konsep dan prosedur matematika, serta  menafsirkan hasil penyelesaian. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di MTs Nida’ul Khairaat Pombewe dengan subjek 30 siswa kelas VII yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis berupa tiga soal cerita matematika dan wawancara terhadap tiga siswa yang mewakili kategori kemampuan rendah, sedang, dan tinggi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematis siswa terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu rendah (46,7%), sedang (30%), dan tinggi (23%). Siswa pada kategori rendah mengalami  kesulitan dalam memahami konteks masalah dan membangun model matematika, siswa kategori sedang mampu mengidentifikasi informasi namun masih lemah dalam penalaran dan interpretasi, sedangkan siswa kategori tinggi menunjukkan strategi penyelesaian yang lebih sistematis dan reflektif. Temuan ini memberikan Gambaran empiris mengenai profil literasi matematis siswa serta mengimplikasikan pentingnya pembelajaran berbasis masalah kontekstual dan pemberian Latihan soal literasi matematis secara berkelanjutan.