Bandung Conference Series: Psychology Science
837-844

Quarter Life Crisis pada Mahasiswa: Kajian Literatur Faktor Protektif dan Risiko

Luzhain Syafyra (Prodi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung, Indonesia)
Andhita Nurul Khasanah (Prodi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. College students are facing a crucial developmental transition known as emerging adulthood, a phase characterized by intense identity exploration and instability, making them vulnerable to experiencing a quarter-life crisis. Although quarter-life crisis is often described as stressful experience, it does not always lead to psychological suffering. Some individuals are able to navigate it with self-acceptance, while others experience a prolonged crisis that disrupts daily activities. This literature review aims to examine psychological factors that act as protective factors that help individuals navigate quarter-life crisis more adaptively, as well as the risk factors that can exacerbate the experience. Using a literature review approach, literature search was conducted through academic databases using relevant keywords. The results indicate that personal growth initiative, self-compassion, psychological well-being, and social support act as protective factors that increase tolerance for uncertainty, strengthen self-acceptance, and provide the psychological stability necessary to face a quarter-life crisis. Conversely, family pressure, a tendency to do social comparison, and intolerance of uncertainty were found to exacerbate the crisis by increasing feelings of inferiority and avoiding challenges necessary for personal growth. These findings suggest that quarter-life crisis is not a uniform experience but rather the result of interactions between protective and risk factors. Abstrak. Mahasiswa tengah menghadapi transisi perkembangan penting yang dikenal dengan istilah emerging adulthood yaitu fase yang ditandai dengan eksplorasi identitas dan ketidakstabilan tinggi yang membuat mahasiswa rentan mengalami quarter life crisis. Meskipun quarter life crisis seringkali digambarkan sebagai pengalaman yang selalu menekan, fenomena ini tidak selalu berujung pada penderitaan psikologis. Sebagian individu mampu menjalaninya dengan penerimaan diri sementara sebagian lainnya mengalami krisis berkepanjangan yang menganggu aktivitas sehari-hari. Kajian literatur ini bertujuan untuk menelaah faktor-faktor psikologis yang berperan sebagai faktor pelindung yang membantu individu menjalani quarter life crisis secara lebih adaptif, serta faktor risiko yang dapat memperparah pengalaman quarter life crisis. Dengan menggunakan pendekatan literature review, Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data akademik menggunakan kata kunci yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa personal growth initiative, self-compassion, psychological well-being, dan dukungan sosial berperan sebagai faktor pelindung yang meningkatkan toleransi terhadap ketidakpastian, memperkuat penerimaan diri, serta memberikan stabilitas psikologis yang diperlukan untuk menghadapi quarter life crisis. Sebaliknya tekanan keluarga, kecenderungan untuk melakukan perbandingan sosial, dan intolerance of uncertainity ditemukan dapat memperburuk krisis dengan meningkatkan perasaan rendah diri dan penghindaran terhadap tantangan yang diperlukan untuk perkembangan diri. Temuan ini menunjukkan bahwa quarter life crisis bukan pengalaman yang seragam melainkan hasil interkasi antar faktor pelindung dan risiko.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSPS

Publisher

Subject

Humanities Education Social Sciences

Description

Bandung Conference Series: Psychology Science (BCSPS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Psikologi dengan ruang lingkup sbb: Broken Home, Budaya Organisasi, Celebrity Worship, Delinkuensi, Dewasa Awal, Disiplin Kerja, Dukungan Sosial, ...