Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. The rapid growth of digital technology has positioned social media as a space that reinforces lean and muscular body ideals, while the competitive atmosphere of gym environments intensifies body-image pressure, particularly among young adult men who train actively. This exposure contributes to a rising prevalence of body dissatisfaction. In facing this negative self-evaluation, self-compassion is considered to play a protective role in helping individuals cope with appearance-related pressure. This study aimed to examine the effect of self-compassion on body dissatisfaction among male gym members who are active social media users. A quantitative approach with a predictive-correlational, cross-sectional design was used. The sample consisted of 127 male gym members who use social media, obtained through purposive sampling. Data were analyzed using simple linear regression. The results showed that self-compassion had a significant negative effect on body dissatisfaction (β = -0.686; p < 0.001). The coefficient of determination (R² = 0.471) indicates that self-compassion accounted for 47.1% of the variance in body dissatisfaction. Higher self-compassion was associated with lower body dissatisfaction. These findings highlight the importance of developing self-compassion as a strategy to help men cope with pressure related to ideal body standards Abstrak. Paparan standar tubuh ideal di media sosial seiring berkembangnya teknologi digital menempatkan media sosial sebagai ruang pembentukan tren visual penampilan yang menonjolkan tubuh lean dan muscular, sementara lingkungan gym menciptakan atmosfer kompetitif yang memicu tingginya kesenjangan citra tubuh, khususnya pada laki-laki dewasa awal yang aktif berlatih di gym, sehingga dapat meningkatkan body dissatisfaction. Dalam menghadapi pemaknaan negatif ini, self-compassion berperan membantu individu menghadapi tekanan terkait penampilan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-compassion terhadap body dissatisfaction pada laki-laki member gym pengguna media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional prediktif dan studi cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 127 laki-laki member gym pengguna media sosial yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-compassion berpengaruh negatif secara signifikan terhadap body dissatisfaction (β = -0,686; p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,471) menunjukkan bahwa self-compassion menjelaskan 47,1% variasi body dissatisfaction. Semakin tinggi self-compassion, semakin rendah body dissatisfaction pada laki-laki member gym pengguna media sosial. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengembangan self-compassion sebagai salah satu upaya membantu individu menghadapi tekanan terkait standar tubuh ideal.
Copyrights © 0000