Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. This study aims to examine the effect of perceived organizational justice on cyberloafing behavior among administrative employees at higher education institutions in Greater Bandung and Sumedang Regency. The theoretical concepts used are the theory by Colquitt (2001) to explain perceived organizational justice and the theory by Lim (2002) to explain cyberloafing. The method used was a quantitative study with a correlational design in the form of a cross-sectional survey with 250 respondents using a multistage sampling technique. The instruments used in this study were the Perceived organizational justice scale developed by Colquitt (2001) which was adapted into Indonesian by Yulianti. Y (2017) and the Employee's Workplace Cyberloafing Scale (EWCS) developed by Nurtjahjanti et al. (2024) based on Lim (2002) The data analysis technique used was Structural Equation Modeling (SEM) with the aid of Mplus version 8.3. The results revealed a significant negative effect of perceived organizational justice on cyberloafing among administrative employees (β = -0.368; p < 0.001). This indicates that the higher employees' perceived organizational justice, the lower their level of cyberloafing. Among the four dimensions of POJ, interpersonal justice was the most dominant and had the strongest influence on cyberloafing Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perceived organizational justice terhadap perilaku cyberloafing pada karyawan administrasi perguruan tinggi di wilayah Bandung Raya dan Kabupaten Sumedang. Konsep teori yang digunakan yakni teori Colquitt (2001) untuk menjelaskan konsep perceived organizational justice dan teori Lim (2002) untuk menjelaskan konsep cyberloafing. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional berupa studi survei cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 250 orang menggunakan teknik multistage sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Perceived organizational justice milik Colquitt (2001) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Yulianti. Y (2017) dan Employee's Workplace Cyberloafing Scale (EWCS) hasil pengembangan Nurtjahjanti et al. (2024) teori Lim (2002) Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan perangkat lunak Mplus versi 8.3. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan antara perceived organizational justice terhadap cyberloafing pada karyawan administrasi perguruan tinggi (β = -0,368; p < 0,001). Hal ini berarti semakin tinggi perceived organizational justice yang dirasakan karyawan, maka semakin rendah tingkat cyberloafing yang dimiliki. Di antara keempat dimensi POJ, interpersonal justice merupakan dimensi yang paling dominan dan berpengaruh kuat terhadap cyberloafing
Copyrights © 0000