Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. Nurses face clinical and administrative demands, shift work systems, and emotional pressure that may affect their engagement at work. Job crafting is a proactive behaviour in which employees adjust job demands and resources to support work engagement. This study aimed to describe job crafting and work engagement and to analyse the effect of each job crafting dimension on nurses’ work engagement at RSUD X. This study employed a quantitative approach with a causal and cross-sectional design. The population consisted of 418 clinical nurses, of whom 244 respondents were selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected using the Indonesian versions of the Job crafting Scale and the Utrecht Work engagement Scale-17 and analysed using multiple linear regression. The results showed that 50.8% of respondents had high job crafting, while 50.4% had high work engagement. Simultaneously, the four dimensions of job crafting had a significant effect on work engagement and explained 27.7% of its variance. Partially, increasing structural job resources and increasing challenging job demands had positive and significant effects, whereas the other two dimensions were not significant. Competency development, learning opportunities, and well-managed job challenges should therefore be prioritised to maintain nurses’ work engagement. Abstrak. Perawat menghadapi tuntutan klinis, administratif, sistem kerja bergilir, dan tekanan emosional yang dapat memengaruhi keterikatan kerja. Job crafting merupakan perilaku proaktif dalam menyesuaikan tuntutan dan sumber daya pekerjaan untuk mendukung work engagement. Penelitian ini bertujuan menggambarkan job crafting dan work engagement serta menganalisis pengaruh setiap dimensi job crafting terhadap work engagement perawat di RSUD X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas dan pengambilan data secara potong lintang. Populasi penelitian terdiri atas 418 perawat klinis, dengan 244 responden yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Job crafting Scale dan Utrecht Work engagement Scale-17 versi Indonesia, kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50,8% responden memiliki job crafting tinggi dan 50,4% memiliki work engagement tinggi. Secara simultan, keempat dimensi job crafting berpengaruh signifikan dan menjelaskan 27,7% variasi work engagement. Secara parsial, increasing structural job resources dan increasing challenging job demands berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan dua dimensi lainnya tidak berpengaruh signifikan. Pengembangan kompetensi, kesempatan belajar, dan pemberian tantangan kerja yang terkelola perlu diprioritaskan untuk mempertahankan work engagement perawat.
Copyrights © 0000