Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. Students experiencing academic stress are vulnerable to mental health problems; however, professional help-seeking remains relatively low. Public stigma and mental health literacy are considered important factors influencing help-seeking behavior. This study aimed to examine the effect of public stigma and mental health literacy on help-seeking behavior among undergraduate students experiencing academic stress. A quantitative study with a causal design was conducted involving 405 undergraduate students aged 18–25 years from public and private universities in Bandung selected using convenience sampling. Data were collected using the Stigma Scale for Receiving Psychological Help (SSRPH), Mental Health Literacy Scale (MHLS), and Actual Help-Seeking Questionnaire (AHSQ). Data were analyzed using multiple linear regression. The findings indicated that public stigma had a significant negative effect on help-seeking behavior, whereas mental health literacy had a significant positive effect. Simultaneously, both variables significantly predicted help-seeking behavior, with mental health literacy emerging as the stronger predictor. These findings suggest that improving mental health literacy while reducing public stigma may enhance students’ willingness to seek psychological help and support the development of mental health promotion programs in higher education. Abstrak. Mahasiswa yang mengalami stres akademik merupakan kelompok yang rentan mengalami permasalahan kesehatan mental, namun perilaku mencari bantuan profesional masih relatif rendah. Public stigma dan mental health literacy diduga menjadi faktor yang memengaruhi perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh public stigma dan mental health literacy terhadap help-seeking behavior pada mahasiswa yang mengalami stres akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Sebanyak 405 mahasiswa program sarjana berusia 18–25 tahun dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Bandung dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan Stigma Scale for Receiving Psychological Help (SSRPH), Mental Health Literacy Scale (MHLS), dan Actual Help-Seeking Questionnaire (AHSQ), kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa public stigma berpengaruh negatif secara signifikan terhadap help-seeking behavior, sedangkan mental health literacy berpengaruh positif secara signifikan. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap help-seeking behavior dengan mental health literacy sebagai prediktor yang lebih dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi kesehatan mental serta pengurangan stigma publik berpotensi meningkatkan perilaku mencari bantuan psikologis pada mahasiswa.
Copyrights © 0000