Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. The open communication dynamics offered by platform X have made it one of the spaces that accommodate the practice of cancel culture. This study examines forgiveness toward transgressors in the context of cancel culture, motivated by the importance of understanding how empathy shapes forgiving attitudes, particularly in social situations involving the withdrawal of support from individuals who have committed a transgression. Prior research in interpersonal relationships has shown that empathy has a positive effect on forgiveness. However, the relationship between empathy and forgiveness in a parasocial context has not previously been examined. This study aims to determine the relationship between empathy and forgiveness toward transgressors among X users. A quantitative approach with a correlational design was employed, involving 418 respondents selected through convenience sampling who met the criteria of being active X users who had engaged in cancel culture and forgiven a transgressor. Empathy was measured using the Basic Empathy Scale (BES) developed by Jolliffe and Farrington (2006), while forgiveness was measured using the TRIM-18 developed by McCullough et al. (1998). Data were analyzed using Spearman's rho correlation test. Results showed a significant positive relationship between empathy and forgiveness toward transgressors (r = 0.636, p = 0.000, p < 0.05), indicating that higher empathy is associated with a greater tendency to forgive Abstrak. Dinamika komunikasi terbuka yang ditawarkan oleh platform X menjadi salah satu tempat yang mewadahi praktik cancel culture. Penelitian ini mengenai forgiveness terhadap transgressor dalam konteks cancel culture karena pentingnya pemahaman tentang bagaimana empati berperan dalam sikap forgiveness, terutama dalam situasi sosial yang melibatkan penarikan dukungan terhadap individu yang melakukan transgression. Penelitian sebelumnya dalam hubungan interpersonal menunjukkan bahwa empati telah terbukti memiliki pengaruh positif terhadap forgiveness. Namun hubungan antara empati dan forgiveness dalam konteks parasosial belum pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara empati dan forgiveness terhadap transgressor pada pengguna X. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional digunakan dalam penelitian ini, melibatkan 418 responden yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling, yang memenuhi kriteria sebagai pengguna aktif X yang telah melakukan cancel culture dan memaafkan transgressor. Instrumen yang digunakan untuk mengukur empati adalah Basic empathy scale (BES) yang dikonstruksi oleh Jolliffe dan Farrington (2006), sementara forgiveness diukur menggunakan TRIM-18 yang disusun oleh McCullough et al. (1998). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara tingkat empati dan forgiveness terhadap transgressor, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,636 dan p-value 0,000 (p < 0,05). Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat empati, semakin besar kecenderungan untuk memaafkan transgressor pada pengguna X yang melakukan cancel culture
Copyrights © 0000