Prokrastinasi akademik merupakan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan yang berpotensi menimbulkan tekanan mental dan berujung pada munculnya kecemasan pada kalangan mahasiswa. Studi ini dirancang untuk menelaah keterkaitan antara prokrastinasi akademik dengan tingkat kecemasan mahasiswa, dengan stres akademik sebagai variabel perantara. Pendekatan kuantitatif berbasis korelasional digunakan sebagai metode penelitian. Subjek penelitian berjumlah 136 mahasiswa dari Program Studi Akuntansi serta Pendidikan Ekonomi di Universitas Sebelas Maret, yang ditentukan melalui teknik simple random sampling dari total populasi 205 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner dengan skala Likert empat tingkatan (1–4), yang diadaptasi dari Procrastination Questionnaire for Students, HEI Stress, serta Generalized Anxiety Disorder-7. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan SEM-PLS yang dijalankan melalui perangkat lunak SmartPLS. Hasil analisis mengindikasikan bahwa prokrastinasi akademik berpengaruh terhadap kecemasan mahasiswa secara tidak langsung melalui stres akademik, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien jalur sebesar 0,121, nilai t-statistik 2,936, serta p-value 0,003. Temuan ini mengungkapkan bahwa stres akademik berperan sebagai mekanisme psikologis yang menjembatani hubungan prokrastinasi akademik dengan kecemasan. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan keterampilan manajemen waktu, penguatan dukungan akademik, serta penerapan strategi yang efektif dalam mengelola stres di lingkungan perguruan tinggi.
Copyrights © 2026