Potato productivity in Bonto Marannu Village is constrained by seed quality, crop management, and pest pressure. This study described farmers' cultivation practices and evaluated the production recorded in a demonstration plot that introduced improved land preparation, selected seed, organic fertilization, and plant-based pest management. A descriptive case-study design was conducted from July to September 2024 with 10 potato farmers from the Hortikultura and Gunung Loka farmer groups. Data were collected through field observation, interviews, questionnaires, and documentation, then summarized descriptively. Respondents were 30-52 years old, had 8-20 years of farming experience, and cultivated 0.7-3.0 ha. Farmers commonly prepared raised beds, planted Granola seed at 25 x 30 cm spacing, applied manure and liquid organic fertilizer, controlled pests using gamal-leaf biopesticide, and harvested at 90-100 days after planting. Farmer productivity was reported at approximately 14-15 t/ha, whereas the demonstration plot produced 15.90 t/ha. The 0.90-1.90 t/ha difference indicates potential improvement under more structured management, but it cannot be attributed solely to the biopesticide because the demonstration did not include a replicated control. The practice should therefore be validated through controlled trials, standardized input doses, and economic analysis before wider recommendation. Produktivitas kentang di Desa Bonto Marannu masih dibatasi oleh mutu benih, pengelolaan budidaya, dan tekanan organisme pengganggu tanaman. Penelitian ini mendeskripsikan teknik budidaya petani dan mengevaluasi hasil demonstrasi yang memperkenalkan perbaikan pengolahan lahan, pemilihan benih, pemupukan organik, serta pengendalian hama berbahan nabati. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif pada Juli-September 2024 dengan melibatkan 10 petani dari Kelompok Tani Hortikultura dan Gunung Loka. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Responden berumur 30-52 tahun, memiliki pengalaman bertani 8-20 tahun, dan mengelola lahan 0,7-3,0 ha. Praktik budidaya meliputi pembuatan bedengan, penanaman benih Granola dengan jarak 25 x 30 cm, pemupukan menggunakan pupuk kandang dan pupuk organik cair, pengendalian hama dengan biopestisida daun gamal, serta panen pada umur 90-100 hari setelah tanam. Produktivitas petani dilaporkan sekitar 14-15 ton/ha, sedangkan demonstrasi menghasilkan 15,90 ton/ha. Selisih 0,90-1,90 ton/ha menunjukkan potensi perbaikan melalui pengelolaan yang lebih terstruktur, tetapi belum dapat dikaitkan hanya dengan biopestisida karena demonstrasi tidak menggunakan kontrol dan ulangan eksperimental. Teknik tersebut perlu divalidasi melalui percobaan terkontrol, standardisasi dosis input, dan analisis ekonomi sebelum direkomendasikan secara luas.
Copyrights © 2026