This study evaluated the effect of Moringa leaf powder concentration on the physicochemical and sensory characteristics of chocolate bars containing 10% roasted coconut. Four formulations containing 0% (K1), 1% (K2), 2% (K3), or 3% (K4) Moringa leaf powder were prepared using a completely randomized design with three replications. Fat, moisture, and ash contents were analyzed, while color, aroma, taste, and texture were evaluated by 25 panelists using a five-point hedonic scale. Data were analyzed by one-way analysis of variance followed by the least significant difference test when the treatment effect was significant at a = 0.05. Increasing Moringa leaf powder significantly reduced fat content from 42.64% in K1 to 27.76% in K4 and increased moisture content from 1.36% to 3.30%. The treatment also significantly affected color and texture, but did not significantly affect ash content, aroma, or taste. Sensory scores remained within the rather-like to like range. The 1% formulation may be considered a practical candidate because it combined relatively low moisture with acceptable sensory scores; however, an overall optimum and full compliance with a product standard cannot be concluded from the available data because variability statistics, complete formulation details, and several required quality parameters were not reported. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh konsentrasi bubuk daun kelor terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori cokelat batang yang mengandung kelapa sangrai 10%. Empat formulasi dibuat dengan bubuk daun kelor 0% (K1), 1% (K2), 2% (K3), dan 3% (K4) menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga ulangan. Parameter yang dianalisis meliputi kadar lemak, kadar air, kadar abu, serta tingkat kesukaan terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur menggunakan 25 panelis dan skala hedonik lima tingkat. Data dianalisis dengan analisis ragam satu arah dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil apabila perlakuan berpengaruh nyata pada a = 0,05. Peningkatan bubuk daun kelor menurunkan kadar lemak secara nyata dari 42,64% pada K1 menjadi 27,76% pada K4 dan meningkatkan kadar air dari 1,36% menjadi 3,30%. Perlakuan juga berpengaruh nyata terhadap warna dan tekstur, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu, aroma, dan rasa. Skor sensori berada pada rentang agak suka hingga suka. Formulasi 1% dapat dipertimbangkan sebagai kandidat praktis karena mengombinasikan kadar air yang relatif rendah dan penerimaan sensori yang baik, tetapi formula optimum dan kesesuaian penuh terhadap standar produk belum dapat disimpulkan dari data yang tersedia karena ukuran keragaman, rincian formulasi, dan beberapa parameter mutu belum dilaporkan.
Copyrights © 2026