This study explores the implementation strategies of the Kurikulum Merdeka in a high school designated as a “Sekolah Penggerak” The Kurikulum Merdeka emphasizes student-centered learning, flexibility, and the development of 21st-century skills. The research was conducted to understand how the school transitioned from the previous curriculum, addressed emerging challenges, and supported teachers and students throughout the process. Using a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with school leaders and teachers. Thematic analysis was applied to identify key patterns and strategies in curriculum implementation. The findings indicate that the school has been implementing the curriculum for four (4) years, with initiatives including subject mapping, regular teacher workshops, and an active learning community. Challenges such as the allocation of teaching hours, limited laboratory space, and student confusion about subject choices were addressed through collaboration among schools and parental involvement. One notable outcome was increased student creativity and independence through P5 projects, including environmentally conscious entrepreneurship initiatives. The study highlights the importance of sustainable policies, better teacher support, and relevant learning facilities. In the long term, the Kurikulum Merdeka is expected to produce graduates who are not only academically competent but also socially and environmentally conscious. Abstrak Studi ini mengeksplorasi strategi implementasi Kurikulum Merdeka di salah satu sekolah menengah atas yang ditunjuk sebagai “Sekolah Penggerak”. Kurikulum Merdeka mengedepankan pembelajaran yang berpusat pada murid, fleksibilitas, dan pengembangan keterampilan abad ke-21. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana sekolah beralih dari kurikulum sebelumnya, mengatasi tantangan yang muncul, serta mendukung guru dan murid selama proses tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para pemimpin sekolah dan para guru. Analisis tematik diterapkan untuk mengidentifikasi pola dan strategi utama dalam implementasi kurikulum. Temuan menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan kurikulum selama empat (4) tahun, dengan inisiatif yang mencakup pemetaan mata pelajaran, lokakarya guru secara rutin, serta komunitas belajar yang aktif. Tantangan-tantangan seperti distribusi jam mengajar, keterbatasan ruang laboratorium, dan kebingungan murid dalam memilih mata pelajaran dapat diatasi melalui kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Salah satu hasil yang menonjol adalah peningkatan kreativitas dan kemandirian murid melalui proyek-proyek P5, termasuk inisiatif kewirausahaan berwawasan lingkungan. Studi ini menyoroti pentingnya kebijakan yang berkelanjutan, dukungan guru yang lebih baik, serta fasilitas pembelajaran yang relevan. Dalam jangka panjang, Kurikulum Merdeka diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap aspek sosial dan lingkungan. Kata Kunci: dukungan guru; Kurikulum Merdeka; transformasi sekolah
Copyrights © 2026