Hipkin Journal of Educational Research
Vol. 3 No. 2 (2026): Hipkin Journal of Educational Research, August 2026

Curriculum implementation management at SMKN 1 Katapang

Tengku Zulfikar Rohman (Universitas Pendidikan Indonesia)



Article Info

Publish Date
28 Aug 2026

Abstract

The implementation of the Kurikulum Merdeka in Vocational High Schools (SMK) is a government initiative to align vocational education with the demands of a dynamic, evolving workforce. However, this new curriculum is not entirely free of managerial and structural issues, particularly those related to industry relations. The purpose of this study is to assess the management of the Kurikulum Merdeka implementation at SMKN 1 Katapang, one of the SMK Pusat Keunggulan for Software Engineering (Rekayasa Perangkat Lunak/RPL). This study used a qualitative descriptive approach, employing data collection techniques such as observations, surveys, and interviews with students, business owners, and school administrators. The study's findings indicate that schools have employed strategies such as aligning curricula with industry, implementing project-based learning (PjBL), and actively collaborating with the workforce. However, challenges largely remain the rapid pace of curriculum change and the need to adapt to technological advances. This study emphasizes the importance of collaboration between industry and management, as well as the improvement of facilities and infrastructure for students and teachers, to enhance the successful implementation of the Kurikulum Merdeka in vocational schools.   Abstrak Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan upaya pemerintah untuk menyelaraskan pendidikan kejuruan dengan tuntutan dunia kerja yang dinamis dan terus berkembang. Namun demikian, kurikulum baru ini tidak sepenuhnya terbebas dari berbagai permasalahan manajerial dan struktural, terutama yang terkait dengan hubungan dengan industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai manajemen implementasi Kurikulum Merdeka di SMKN 1 Katapang, salah satu SMK Pusat Keunggulan jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, survei, dan wawancara terhadap murid, pelaku usaha, dan administrator sekolah. Temuan studi ini menunjukkan bahwa sekolah-sekolah telah menggunakan strategi seperti penyelarasan kurikulum dengan industri, Project-Based Learning (PjBL), serta kolaborasi aktif dengan dunia kerja. Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi sebagian besar masih berupa perubahan kurikulum yang cepat dan perlunya adaptasi terhadap kemajuan teknologi. Studi ini menekankan pentingnya kolaborasi antara industri dan manajemen, serta peningkatan sarana dan prasarana bagi murid dan guru untuk meningkatkan keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah vokasi. Kata Kunci: kolaborasi industri; Kurikulum Merdeka; manajemen kurikulum

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

hipkin-jer

Publisher

Subject

Humanities Education Social Sciences

Description

Hipkin Journal of Educational Research (Hipkin JER) e ISSN: 3047-5309 p ISSN: 3047-535X published by the Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)/Indonesian Curriculum Developer Association in collaboration with the Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas ...