Sampah plastik rumah tangga terus meningkat seiring dengan konsumsi produk berbahan plastik, sehingga pengelolaannya memerlukan pendekatan pemberdayaan yang dapat menumbuhkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta partisipasi masyarakat. Artikel ini mendeskripsikan pelaksanaan program Eco-Art Pot, yaitu pembuatan pot tanaman berbentuk karakter hewan dari galon plastik bekas sebagai model pemberdayaan masyarakat di Dukuh Sempu RW 08, Desa Tlingsing, Kabupaten Klaten. Program dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu sosialisasi, pembentukan dan pewarnaan pot, serta penanaman dan distribusi dengan konsep satu rumah satu pot. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Kegiatan sosialisasi diikuti oleh 60 peserta, tahap pembentukan dan pewarnaan diikuti 30 peserta dengan menghasilkan 32 pot, sedangkan tahap penanaman diikuti 60 peserta. Secara keseluruhan, 70 pot berhasil ditanami dan 74 pot didistribusikan kepada masyarakat. Pelaksanaan program menunjukkan kontribusi terhadap pengembangan kreativitas warga, kepedulian terhadap penghijauan pekarangan, serta interaksi sosial antargenerasi. Kebaruan program terletak pada integrasi pemanfaatan limbah plastik, kreativitas seni, penghijauan pekarangan, dan pemberdayaan masyarakat lintas usia melalui konsep satu rumah satu pot, sehingga berpotensi direplikasi di wilayah lain.
Copyrights © 2026