Pembelajaran kimia di sekolah seringkali tidak dikaitkan dengan permasalahan lingkungan nyata, sehingga berdampak pada rendahnya kesadaran ekologis dan lemahnya motivasi siswa dalam mempelajari kimia. Krisis pencemaran akibat limbah industri merupakan konteks sosiosaintifik yang relevan untuk menghubungkan konsep kimia, seperti reaksi redoks dan larutan elektrolit, dengan krisis lingkungan yang sesungguhnya terjadi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran Socio-Scientific Issues (SSI) berbasis isu krisis limbah industri dalam meningkatkan eco-literacy dan motivasi belajar kimia siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group, melibatkan dua kelas siswa kelas XI SMA, yaitu kelas eksperimen yang dibelajarkan menggunakan model SSI berkonteks kasus pencemaran limbah industri, dan kelas kontrol yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes dan angket eco-literacy, angket motivasi belajar kimia berdasarkan model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction), serta lembar validasi ahli, kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain dan uji t sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dan instrumen berbasis SSI dinyatakan valid untuk digunakan, serta siswa pada kelas eksperimen mengalami peningkatan eco-literacy dan motivasi belajar yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa mengontekstualisasikan pembelajaran kimia dengan isu sosiosaintifik otentik seperti pencemaran limbah industri dapat memperkuat kesadaran lingkungan siswa sekaligus meningkatkan motivasi mereka dalam mempelajari kimia.
Copyrights © 2024