Materi kimia polimer bersifat abstrak karena melibatkan struktur molekul, mekanisme reaksi polimerisasi, serta hubungan antara struktur dan sifat material yang sulit divisualisasikan hanya melalui metode pembelajaran konvensional. Kondisi ini berdampak pada rendahnya pemahaman konsep siswa, khususnya pada level submikroskopik yang menjadi salah satu penyebab miskonsepsi dalam pembelajaran kimia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengembangkan, dan menguji efektivitas media pembelajaran kimia polimer berbasis immersive Virtual Reality (VR) dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas X SMA Negeri 6 Padangsidimpuan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (RD) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Media VR dikembangkan untuk memvisualisasikan struktur molekul polimer, proses polimerisasi adisi dan kondensasi, serta klasifikasi polimer secara tiga dimensi dan interaktif. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, sedangkan uji coba lapangan melibatkan siswa kelas X sebagai subjek penelitian dengan desain pretest-posttest. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket respons siswa, dan tes pemahaman konsep, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta uji N-Gain untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis VR dinyatakan layak digunakan berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media, mendapat respons positif dari siswa, serta terbukti efektif meningkatkan pemahaman konsep kimia polimer dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa integrasi teknologi immersive VR dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran kimia untuk mengatasi keterbatasan visualisasi konsep abstrak di tingkat SMA.
Copyrights © 2024