Pengukuran volume batubara merupakan kegiatan penting dalam stock opname untuk memastikan kesesuaian antara data lapangan dan data administrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat akurasi perhitungan volume stock opname batubara menggunakan metode terrestrial survey pada area coal yard PLTU Kalteng 1, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Pengambilan data dilakukan menggunakan Total Station Sokkia IM-101 pada area North Coal Yard, South Coal Yard dan Extention Coal Yard. Data koordinat hasil pengukuran diolah menjadi Digital Terrain Model (DTM) untuk memperoleh volume tiga dimensi. Nilai bulk density sebesar 0,985 ton/m³ digunakan untuk mengonversi volume menjadi tonase. Hasil pengukuran menunjukkan adanya perubahan volume timbunan antara periode 11 dan 21 Agustus 2025. Hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan data timbangan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian stock opname. Perbandingan menunjukkan deviasi yang relatif kecil, sehingga metode terrestrial survey dinilai mampu menghasilkan data yang akurat dan andal untuk pengukuran stok batubara. Faktor yang memengaruhi akurasi meliputi kondisi topografi timbunan, tingkat pemadatan material, dan keterampilan operator. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode terrestrial survey menggunakan total station efektif diterapkan dalam kegiatan stock opname batubara yang memerlukan ketelitian dan efisiensi pengukuran. Kata kunci: Batubara, Stock Opname, Metode Terestrial, Digital Terrain Model, Coal Yard.
Copyrights © 2026