Evaluasi volume hasil peledakan quarry merupakan bagian penting dalam pengendalian produksi dan penilaian kinerja peledakan pada tambang terbuka. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi akurasi volume estimasi peledakan quarry terhadap volume aktual yang didapatkan dari pengukuran menggunakan GNSS Real Time Kinematic (RTK) dan fotogrametri Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Penelitian dilakukan di tiga lokasi sampel. Volume estimasi dihitung menggunakan metode C. J. Konya berdasarkan parameter geometri peledakan, sedangkan volume aktual dihitung dengan metode net volume between DTMs menggunakan Digital Terrain Model (DTM) yang dibangun dari data GNSS RTK dan fotogrametri UAV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume aktual dari kedua metode pengukuran secara konsisten lebih besar dibandingkan volume estimasi, yang mengindikasikan terjadinya overbreak. Perbandingan volume GNSS RTK terhadap estimasi menghasilkan relative error rata-rata 2,328%, sedangkan fotogrametri UAV terhadap estimasi sebesar 3,864%. Sementara itu, perbandingan GNSS RTK dan fotogrametri UAV menghasilkan relative error rata-rata 1,490%. Hasil uji paired t-test pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antar metode perhitungan volume. Kata kunci: Konya, Fotogrametri UAV, GNSS RTK, Peledakan Quarry, Perhitungan Volume
Copyrights © 2026