Cedera kepala berat merupakan salah satu kondisi neurologis yang sering menyebabkan penurunan tingkat kesadaran pada pasien pasca operasi kraniotomi yang dirawat di ruang perawatan intensif. Upaya peningkatan kesadaran tidak hanya dilakukan melalui terapi medis, tetapi juga memerlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang mampu memberikan stimulasi pada sistem saraf. Namun, penerapan stimulasi sensori dalam praktik keperawatan kritis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan stimulasi sensori auditori dan taktil terhadap peningkatan kesadaran pasien pasca kraniotomi akibat cedera kepala berat. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif pada satu pasien yang dirawat di ruang perawatan intensif. Sampel dipilih berdasarkan kriteria pasien pasca operasi kraniotomi dengan penurunan kesadaran dan kondisi hemodinamik stabil. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi respon neurologis pasien. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi selama tiga hari dengan pemberian stimulasi auditori berupa rekaman suara keluarga pasien dan stimulasi taktil melalui sentuhan terapeutik serta pijat kaki pada ekstermitas selama sepuluh menit setiap sesi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan perubahan tingkat kesadaran. Hasil menunjukkan adanya peningkatan respon neurologis yang ditandai dengan perbaikan tingkat kesadaran secara bertahap setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa stimulasi auditori dan taktil dapat menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang mendukung peningkatan kesadaran pasien pasca kraniotomi.
Copyrights © 2026