Angeline Duana Yashintia Nugroho
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Gudang Garam: Edukasi Bahaya Nikotin dan Begadang Pada Remaja Desa Sungai Asam Maria Ulfah; Annisa Febriana; Anisa Maidawati; Angeline Duana Yashintia Nugroho; Muhammad Riza; Mutmainnah Mutmainnah; Dessy Damayanti; Risma Dwi Rahmawati; Nur Safitri
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/85ndja42

Abstract

Adolescents are an age group vulnerable to risky behaviors such as smoking and staying up late, which can negatively affect both physical and psychological health. Limited knowledge about the dangers of nicotine and sleep pattern disturbances is one of the factors contributing to the high prevalence of these behaviors. This community service activity aimed to implement the GUDANG GARAM program (Gerakan Ubah Diri, Akhiri Nikotin dan Begadang, Gapai Raga Aman dan Menyehatkan) through health education to improve adolescents’ knowledge in Sungai Asam Village. The program applied an educational approach through health counseling using posters and leaflets, accompanied by pretest and posttest evaluations to measure changes in participants’ knowledge. A total of 26 adolescents participated in all stages of the program. The evaluation results showed an increase in the average knowledge score from 6.73 before the intervention to 8.42 after the educational session, indicating improved understanding regarding the dangers of nicotine and staying up late. In addition, the activity was conducted interactively through discussions and question-and-answer sessions, which enhanced adolescent participation in the learning process. The implementation of the GUDANG GARAM program was proven to improve adolescent health literacy and has the potential to serve as a promotive and preventive strategy in fostering healthy lifestyle behaviors within the community. This program is recommended to be implemented sustainably with support from families and the community to optimize behavioral change outcomes.
PENERAPAN STIMULASI AUDITORI DAN TAKTIL TERHADAP PENINGKATAN KESADARAN PASIEN POST CRANIOTOMY Angeline Duana Yashintia Nugroho; Tina Handayani Nasution
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i2.10855

Abstract

Cedera kepala berat merupakan salah satu kondisi neurologis yang sering menyebabkan penurunan tingkat kesadaran pada pasien pasca operasi kraniotomi yang dirawat di ruang perawatan intensif. Upaya peningkatan kesadaran tidak hanya dilakukan melalui terapi medis, tetapi juga memerlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang mampu memberikan stimulasi pada sistem saraf. Namun, penerapan stimulasi sensori dalam praktik keperawatan kritis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan stimulasi sensori auditori dan taktil terhadap peningkatan kesadaran pasien pasca kraniotomi akibat cedera kepala berat. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif pada satu pasien yang dirawat di ruang perawatan intensif. Sampel dipilih berdasarkan kriteria pasien pasca operasi kraniotomi dengan penurunan kesadaran dan kondisi hemodinamik stabil. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi respon neurologis pasien. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi selama tiga hari dengan pemberian stimulasi auditori berupa rekaman suara keluarga pasien dan stimulasi taktil melalui sentuhan terapeutik serta pijat kaki pada ekstermitas selama sepuluh menit setiap sesi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan perubahan tingkat kesadaran. Hasil menunjukkan adanya peningkatan respon neurologis yang ditandai dengan perbaikan tingkat kesadaran secara bertahap setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa stimulasi auditori dan taktil dapat menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang mendukung peningkatan kesadaran pasien pasca kraniotomi.