Siger Lampung Saibatin is a traditional crown which has a deep symbolic meaning in the culture of the Lampung people. This research aims to understand the philosophical and symbolic values of Siger Lampung Saibatin as a representation of the cultural identity of the Saibatin tribe. Siger is not only traditional jewelry used in traditional ceremonies, such as weddings and other traditional processions, but also reflects the social structure, status and cultural values of the Saibatin community. With seven distinctive curves, Siger Saibatin symbolizes seven traditional titles passed down from generation to generation. This research uses descriptive qualitative methods through observation, interviews, literature study, and direct documentation of the customs of the Saibatin community. The research results show that Siger is not only a cultural identity but also a means to strengthen the community's sense of pride and ownership of traditional heritage. Siger has become a symbol of unification and binding of the cultural identity of the Lampung Saibatin people. Therefore, preserving culture through promoting education, academic research, and developing a culture-based economy is very important. By preserving the Lampung Saibatin Siger, it is hoped that Lampung's cultural identity can remain alive and relevant amidst Indonesia's cultural diversity. Siger Lampung Saibatin adalah mahkota tradisional yang memiliki makna simbolis mendalam dalam budaya masyarakat Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk memahami nilai-nilai filosofis dan simbolik Siger Lampung Saibatin sebagai representasi identitas budaya suku Saibatin. Siger tidak hanya menjadi perhiasan adat yang digunakan dalam upacara tradisional, seperti pernikahan dan prosesi adat lainnya, tetapi juga mencerminkan struktur sosial, status, dan nilai budaya masyarakat Saibatin. Dengan tujuh lekukan khas, Siger Saibatin melambangkan tujuh gelar adat yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi langsung dari adat istiadat masyarakat Saibatin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siger tidak hanya sebagai identitas budaya tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat rasa kebanggaan dan kepemilikan masyarakat terhadap warisan tradisional. Namun, modernisasi dan kurangnya dukungan pemerintah mengancam keberlangsungan tradisi ini. Oleh karena itu, pelestarian budaya melalui promosi pendidikan, penelitian akademik, dan pengembangan ekonomi berbasis budaya menjadi sangat penting. Dengan melestarikan Siger Lampung Saibatin, diharapkan identitas budaya Lampung dapat tetap hidup dan relevan di tengah keberagaman budaya Indonesia.
Copyrights © 2025