Sari Pediatri
Vol 28, No 2 (2026)

Hubungan Umur, Jenis Kelamin, Pendidikan, dan Pekerjaan dengan Tingkat Pengetahuan Wali Murid terhadap Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronik pada Anak

Vallerie Ksanti Gautama (Universitas Sumatera Utara)
Oke Rina Ramayani (Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Univesitas Sumatera Utara)
Alfansuri Kadri (Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran, Univesitas Sumatera Utara)
Evita Mayasari (Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Univesitas Sumatera Utara)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

Latar belakang. Penyakit ginjal kronik (PGK) pada anak sering tidak terdeteksi dini karena gejala muncul setelah fungsi ginjal menurun berat. Kurangnya pengetahuan wali murid berkontribusi terhadap keterlambatan diagnosis.Tujuan. Menganalisis hubungan umur, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan wali murid terhadap faktor risiko PGK pada anak.Metode. Penelitian deskriptif analitik dengan desain cross-sectional pada 108 wali murid di UPT SD Negeri 060885 Medan yang dipilih secara total sampling. Kuesioner terstruktur dengan 14 pernyataan (Cronbach’s Alpha=0,736) digunakan untuk mengukur pengetahuan, dikategorikan menjadi baik (76–100%), cukup (50–75%), dan kurang (<50%). Analisis bivariat menggunakan uji Fisher’s exact test.Hasil. Mayoritas responden berusia <45 tahun (64,8%), wanita (55,6%), berpendidikan SMA (47,2%), dan tidak bekerja (60,1%). Tingkat pengetahuan baik (28,7%) dan cukup (71,3%), tidak ada responden berpengetahuan kurang. Pendidikan berhubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan (p=0,030), sedangkan umur (p=0,078), jenis kelamin (p=0,832), dan pekerjaan (p=1,000) tidak.Kesimpulan. Pendidikan merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan wali murid terhadap faktor risiko PGK pada anak. Program edukasi di sekolah perlu mempertimbangkan tingkat pendidikan wali murid untuk mendukung pencegahan dan deteksi dini.

Copyrights © 2026