This Author published in this journals
All Journal Sari Pediatri
Alfansuri Kadri
Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran, Univesitas Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Umur, Jenis Kelamin, Pendidikan, dan Pekerjaan dengan Tingkat Pengetahuan Wali Murid terhadap Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronik pada Anak Vallerie Ksanti Gautama; Oke Rina Ramayani; Alfansuri Kadri; Evita Mayasari
Sari Pediatri Vol 28, No 2 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp28.2.2026.113-9

Abstract

Latar belakang. Penyakit ginjal kronik (PGK) pada anak sering tidak terdeteksi dini karena gejala muncul setelah fungsi ginjal menurun berat. Kurangnya pengetahuan wali murid berkontribusi terhadap keterlambatan diagnosis.Tujuan. Menganalisis hubungan umur, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan wali murid terhadap faktor risiko PGK pada anak.Metode. Penelitian deskriptif analitik dengan desain cross-sectional pada 108 wali murid di UPT SD Negeri 060885 Medan yang dipilih secara total sampling. Kuesioner terstruktur dengan 14 pernyataan (Cronbach’s Alpha=0,736) digunakan untuk mengukur pengetahuan, dikategorikan menjadi baik (76–100%), cukup (50–75%), dan kurang (<50%). Analisis bivariat menggunakan uji Fisher’s exact test.Hasil. Mayoritas responden berusia <45 tahun (64,8%), wanita (55,6%), berpendidikan SMA (47,2%), dan tidak bekerja (60,1%). Tingkat pengetahuan baik (28,7%) dan cukup (71,3%), tidak ada responden berpengetahuan kurang. Pendidikan berhubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan (p=0,030), sedangkan umur (p=0,078), jenis kelamin (p=0,832), dan pekerjaan (p=1,000) tidak.Kesimpulan. Pendidikan merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan wali murid terhadap faktor risiko PGK pada anak. Program edukasi di sekolah perlu mempertimbangkan tingkat pendidikan wali murid untuk mendukung pencegahan dan deteksi dini.