Limbah kulit pisang merupakan hasil samping dari konsumsi buah pisang yang memiliki potensi sebagai bahan pakan alternatif karena kandungan nutrisi seperti protein, lemak, dan mineral yang cukup tinggi. Namun, pemanfaatannya dalam ransum ternak masih terbatas karena kandungan serat kasar yang tinggi dan palatabilitas yang rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas nutrisi limbah kulit pisang adalah melalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan berbagai jenis substrat dalam proses fermentasi terhadap perbaikan kandungan nutrisi kulit pisang melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Proses SLR dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan, dengan pencarian artikel dilakukan menggunakan aplikasi Publish or Perish dan database Google Scholar pada rentang tahun 2016 hingga 2024, dan setelah melalui proses alur studi literatur berbasis SLR, artikel yang digunakan sebanyak 30. Berdasarkan hasil telaah dari beberapa artikel, fermentasi kulit pisang dengan menggunakan substrat seperti molases, dedak, ampas tahu, tape yeast, serta mikroorganisme seperti Lactobacillus plantarum, Neurospora crassa, dan Phanerochaete chrysosporium terbukti mampu meningkatkan kadar protein kasar, lemak kasar, energi, dan kecernaan bahan kering, sekaligus menurunkan kadar serat kasar. Kandungan mineral seperti kalsium dan fosfor juga mengalami peningkatan bergantung pada jenis substrat yang digunakan. Dengan demikian, fermentasi kulit pisang dengan berbagai substrat tertentu secara signifikan dapat meningkatkan kualitas nutrisinya sehingga lebih layak digunakan sebagai bahan pakan alternatif dalam sistem peternakan berkelanjutan.
Copyrights © 2026