Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Effect of Incubation Period on the Physical Quality, pH, and Bulk Density of Fermented Rice Bran Anggi Derma Tungga Dewi; Ririn Angriani
Bantara Journal of Animal Science Vol. 8 No. 1 (2026): BJAS
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/bjas.v8i1.8118

Abstract

This study evaluated the effect of incubation period on the physical quality of fermented rice bran prepared with an EM4-based starter under anaerobic conditions. Rice bran was assigned to four incubation periods, namely 0 day (P0), 7 days (P1), 14 days (P2), and 21 days (P3). The observed variables were color, aroma, texture, clumping tendency, insect-related visual score, pH, and bulk density. Incubation period modified several physical attributes of the material. Color scores decreased after fermentation, indicating a shift from brown to more yellowish-brown material, whereas aroma scores improved as incubation lengthened. Texture remained relatively unchanged across treatments. In contrast, the clumping score declined with longer incubation, showing a greater tendency of the product to form aggregates. The insect-related visual score also decreased after fermentation. The pH value declined progressively from the non-incubated treatment to the 21-day treatment, indicating increasing acidification during fermentation. Bulk density increased numerically up to 14 days and then slightly decreased at 21 days, although values remained higher than the control. Overall, incubation period was an important determinant of fermented rice bran quality. Longer incubation enhanced aroma and acid development, but it also altered color and increased clumping, indicating that incubation time should be selected according to the desired balance between sensory improvement and physical handling characteristics.
Kandungan Nutrisi Limbah Kulit Pisang Terfermentasi dengan Berbagai Substrat: Systematic Literature Review Ririn Angriani; Anggi Derma Tungga Dewi
JURNAL TRITON Vol 17 No 2 (2026): JURNAL TRITON (Issue in Progress)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v17i2.1401

Abstract

Limbah kulit pisang merupakan hasil samping dari konsumsi buah pisang yang memiliki potensi sebagai bahan pakan alternatif karena kandungan nutrisi seperti protein, lemak, dan mineral yang cukup tinggi. Namun, pemanfaatannya dalam ransum ternak masih terbatas karena kandungan serat kasar yang tinggi dan palatabilitas yang rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas nutrisi limbah kulit pisang adalah melalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan berbagai jenis substrat dalam proses fermentasi terhadap perbaikan kandungan nutrisi kulit pisang melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Proses SLR dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan, dengan pencarian artikel dilakukan menggunakan aplikasi Publish or Perish dan database Google Scholar pada rentang tahun 2016 hingga 2024, dan setelah melalui proses alur studi literatur berbasis SLR, artikel yang digunakan sebanyak 30. Berdasarkan hasil telaah dari beberapa artikel, fermentasi kulit pisang dengan menggunakan substrat seperti molases, dedak, ampas tahu, tape yeast, serta mikroorganisme seperti Lactobacillus plantarum, Neurospora crassa, dan Phanerochaete chrysosporium terbukti mampu meningkatkan kadar protein kasar, lemak kasar, energi, dan kecernaan bahan kering, sekaligus menurunkan kadar serat kasar. Kandungan mineral seperti kalsium dan fosfor juga mengalami peningkatan bergantung pada jenis substrat yang digunakan. Dengan demikian, fermentasi kulit pisang dengan berbagai substrat tertentu secara signifikan dapat meningkatkan kualitas nutrisinya sehingga lebih layak digunakan sebagai bahan pakan alternatif dalam sistem peternakan berkelanjutan.