p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Triton
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kandungan Nutrisi Limbah Kulit Pisang Terfermentasi dengan Berbagai Substrat: Systematic Literature Review: Nutritional Content of Fermented Banana Peel Waste Using Various Substrates: A Systematic Literature Review Ririn Angriani; Anggi Derma Tungga Dewi
JURNAL TRITON Vol. 17 No. 2 (2026): JURNAL TRITON (Issue in Progress)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v17i2.1401

Abstract

Limbah kulit pisang merupakan hasil samping dari konsumsi buah pisang yang memiliki potensi sebagai bahan pakan alternatif karena kandungan nutrisi seperti protein, lemak, dan mineral yang cukup tinggi. Namun, pemanfaatannya dalam ransum ternak masih terbatas karena kandungan serat kasar yang tinggi dan palatabilitas yang rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas nutrisi limbah kulit pisang adalah melalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan berbagai jenis substrat dalam proses fermentasi terhadap perbaikan kandungan nutrisi kulit pisang melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Proses SLR dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan, dengan pencarian artikel dilakukan menggunakan aplikasi Publish or Perish dan database Google Scholar pada rentang tahun 2016 hingga 2024, dan setelah melalui proses alur studi literatur berbasis SLR, artikel yang digunakan sebanyak 30. Berdasarkan hasil telaah dari beberapa artikel, fermentasi kulit pisang dengan menggunakan substrat seperti molases, dedak, ampas tahu, tape yeast, serta mikroorganisme seperti Lactobacillus plantarum, Neurospora crassa, dan Phanerochaete chrysosporium terbukti mampu meningkatkan kadar protein kasar, lemak kasar, energi, dan kecernaan bahan kering, sekaligus menurunkan kadar serat kasar. Kandungan mineral seperti kalsium dan fosfor juga mengalami peningkatan bergantung pada jenis substrat yang digunakan. Dengan demikian, fermentasi kulit pisang dengan berbagai substrat tertentu secara signifikan dapat meningkatkan kualitas nutrisinya sehingga lebih layak digunakan sebagai bahan pakan alternatif dalam sistem peternakan berkelanjutan.