Jurnal Kolaboratif Sains
Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)

Prevalensi Proteinuria dan Ketonuria pada Mahasiswa Kedokteran Sebagai Skrining Awal Gangguan Ginjal dan Metabolisme: Studi Cross-Sectional: Prevalence of Proteinuria and Ketonuria Among Medical Students as an Initial Screening for Renal and Metabolic Disorders: A Cross-Sectional Study

Yuniarty Antu (Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo)
Dian Pratiwi Iman (Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo)
Siti Rakhmatia Paramita Kum (Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo)
Nurul Magfirah (Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo)
Hannadia Asma Taqiya (Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo)



Article Info

Publish Date
30 Jul 2026

Abstract

Latar belakang : Adanya protein dan keton dalam urine merupakan salah satu penanda awal terjadi gangguan fungsi ginjal dan perubahan metabolisme akibat puasa, diet rendah karbohidrat, aktivitas fisik berat dan penyakit metabolik seperti diabetes melitus. Mahasiswa Kedokteran sebagai individu muda rentan stres dengan tuntunan akademik yang cukup tinggi. Hal ini berpotensi memengaruhi pola hidup sehari-hari, termasuk pola makan, hidrasi, waktu istirahat, dan tingkat stres. Perubahan gaya hidup tersebut dapat berdampak pada status metabolik maupun fungsi ginjal. Pemeriksaan urinalisis diantaranya penilaian protein urine dan keton urine merupakan salah satu metode skrining yang murah, mudah dan efektif dalam menilai adanya gangguan ginjal dan metabolisme. Sebagian besar individu muda tidak menunjukkan gejala sehingga pemeriksaan urinalisis menggunakan dipstick dapat menjadi metode skrining awal yang efektif. Metode Penelitian : Penelitian dilakukan dengan observasional deskriptif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel adalah 71 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 responden mengalami proteinuria (7,04%) dan 42 responden mengalami ketonuria (59,15%). Kesimpulan : Terdapat 7,04 responden mengalami proteinuria dan 59,1% mengalami ketonuria. Tingginya prevalensi menunjukkan terdapat perubahan fungsi ginjal dan metabolik pada saat pemeriksaan, tetapi tidak menyingkirkan perubahan fisiologik yang normal terjadi akibat stress fisik, dehidrasi,diet karbohidrat ataupun keterlambatan makan. Karenanya pemeriksaan ulang terhadap responden dengan interpretasi hasil positif perlu dilakukan kembali.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JKS

Publisher

Subject

Religion Agriculture, Biological Sciences & Forestry Humanities Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Computer Science & IT Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Education Environmental Science Health Professions Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Medicine & Pharmacology Nursing Public Health Other

Description

Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan ...