Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Karakteristik Pasien Appendisitis Akut di RSUD dr. Zainal Umar Sidiki Gorontalo : Characteristics of Acute Appendicitis Patients at Dr. Zainal Umar Sidiki Regional Hospital, Gorontalo Yuniarty Antu; Febi Iswandi Suarno
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5577

Abstract

Apendisitis merupakan kegawatdaruratan abdomen paling umum yang diakibatkan oleh sumbatan pada lumen appendiks.Insiden terutama pada umur 10-30 tahun dengan prevalensi 8,6% pada pria dan 6,7% pada wanita.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik penderita appendicitis di RSUD dr.Zainal Umar Sidiki Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain retrospektif deskriptif. Penelitian ini mendapatkan kasus appendicitis terbanyak pada usia 12-25 tahun terutama pada perempuan sejumlah 55,6%. Adapun sejumlah 66,7% pasien mengalami leukositosis dan 74% mengalami penurunan hematokrit. Kasus appendicitis akut di RSUD dr.Zainal Umar Sidiki terbanyak dialami perempuan pada rentang usia 12-25 tahun dengan leukositosis dan penurunan nilai hematokrit.
Status Hidrasi Ibu Hamil dengan Parameter Urine: Hydration Status of Pregnant Women with Urine Parameters Dian Pratiwi Iman; Yuniarty Antu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6928

Abstract

Kehamilan menyebabkan perubahan anatomi dan fisiologik yang menjadikan ibu hamil rentan terhadap dehidrasi. Kecukupan cairan tubuh penting terhadap pertumbuhan janin dan menjaga kecukupan cairan amnion yang defisiensinya terkait erat dengan oligohidramnion dan berdampak pada abortus dan intrauterine Fetal death. Penelitian ini bertujuan mengetahui status hidrasi pada ibu hamil dengan menggunakan parameter urine konvensional dengan menggunakan desain cross sectional study. Pada Pemeriksaan Warna Urine (Ucol) sekitar 70% ibu hamil mengalami dehidrasi dan pada pengukuran dengan Berat Jenis Urine (USG) strip dan refraktometer (?1.030) terdapat 17% ibu hamil mengalami dehidrasi.
Prevalensi Proteinuria dan Ketonuria pada Mahasiswa Kedokteran Sebagai Skrining Awal Gangguan Ginjal dan Metabolisme: Studi Cross-Sectional: Prevalence of Proteinuria and Ketonuria Among Medical Students as an Initial Screening for Renal and Metabolic Disorders: A Cross-Sectional Study Yuniarty Antu; Dian Pratiwi Iman; Siti Rakhmatia Paramita Kum; Nurul Magfirah; Hannadia Asma Taqiya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.12103

Abstract

Latar belakang : Adanya protein dan keton dalam urine merupakan salah satu penanda awal terjadi gangguan fungsi ginjal dan perubahan metabolisme akibat puasa, diet rendah karbohidrat, aktivitas fisik berat dan penyakit metabolik seperti diabetes melitus. Mahasiswa Kedokteran sebagai individu muda rentan stres dengan tuntunan akademik yang cukup tinggi. Hal ini berpotensi memengaruhi pola hidup sehari-hari, termasuk pola makan, hidrasi, waktu istirahat, dan tingkat stres. Perubahan gaya hidup tersebut dapat berdampak pada status metabolik maupun fungsi ginjal. Pemeriksaan urinalisis diantaranya penilaian protein urine dan keton urine merupakan salah satu metode skrining yang murah, mudah dan efektif dalam menilai adanya gangguan ginjal dan metabolisme. Sebagian besar individu muda tidak menunjukkan gejala sehingga pemeriksaan urinalisis menggunakan dipstick dapat menjadi metode skrining awal yang efektif. Metode Penelitian : Penelitian dilakukan dengan observasional deskriptif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel adalah 71 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 responden mengalami proteinuria (7,04%) dan 42 responden mengalami ketonuria (59,15%). Kesimpulan : Terdapat 7,04 responden mengalami proteinuria dan 59,1% mengalami ketonuria. Tingginya prevalensi menunjukkan terdapat perubahan fungsi ginjal dan metabolik pada saat pemeriksaan, tetapi tidak menyingkirkan perubahan fisiologik yang normal terjadi akibat stress fisik, dehidrasi,diet karbohidrat ataupun keterlambatan makan. Karenanya pemeriksaan ulang terhadap responden dengan interpretasi hasil positif perlu dilakukan kembali.