Evangelism is the church’s fundamental mandate in fulfilling the Great Commission, but in practice it is still often reduced to verbal proclamation focused solely on organisational routines. This situation highlights the need for a reconstruction of missiology capable of integrating the spiritual, pastoral and social dimensions into pastoral ministry. This study aims to analyse holistic evangelism as the fulfilment of the Great Commission and to reconstruct a missiology capable of transforming pastoral ministry. This study employs a qualitative method using a literature review approach; it can therefore be concluded that holistic evangelism is a biblical paradigm that integrates the proclamation of the Gospel, discipleship, acts of love, and living witness as a complete realisation of the Great Commission. The integration of the missio Dei, the Great Commission, and pastoral care positions the pastor as a missionary leader who equips the congregation to participate in God’s mission through spiritual, pastoral, social, and transformative ministry. Ultimately, Holistic Pastoral Missiology offers a reconceptualisation of church ministry so that pastoral ministry is not merely oriented towards the internal growth of the church, but results in the maturity of disciples, the empowerment of the community, public witness, and the transformation of lives.AbstrakPenginjilan merupakan mandat fundamental gereja dalam mengaktualisasikan Amanat Agung, tetapi dalam praktiknya masih sering direduksi menjadi pemberitaan verbal yang berorientasi pada rutinitas organisasi saja. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya rekonstruksi misiologi yang mampu mengintegrasikan dimensi spiritual dan pastoral serta sosial dalam pelayanan gembala. Penelitian ini bertujuan menganalisis penginjilan holistik sebagai aktualisasi Amanat Agung serta merekonstruksi misiologi yang dapat mentransformasi pelayanan gembala. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, maka dapat disimpulkan bahwa penginjilan holistik merupakan paradigma biblika yang mengintegrasikan pemberitaan Injil, pemuridan, pelayanan kasih, dan kesaksian hidup sebagai aktualisasi Amanat Agung secara utuh. Integrasi missio Dei, Amanat Agung, dan penggembalaan menempatkan gembala sebagai pemimpin misioner yang memperlengkapi jemaat untuk berpartisipasi dalam misi Allah melalui pelayanan spiritual, pastoral, sosial, dan transformatif. Pada akhirnya, Misiologi Gembala Holistik menawarkan rekonstruksi pelayanan gereja sehingga pelayanan gembala tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan internal gereja, tetapi menghasilkan kedewasaan murid, pemberdayaan komunitas, kesaksian publik, dan transformasi kehidupan.
Copyrights © 2024