Penggunaan teknologi informasi melalui mesin Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan pasien rawat jalan, namun penggunaannya di Puskesmas Sambi Boyolali masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan mesin APM berdasarkan Theory of Planned Behavior (TPB) yang meliputi sikap perilaku, pengaruh sosial, dan kontrol perilaku. Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 400 responden dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan mesin APM (88,75%). Terdapat hubungan signifikan antara sikap perilaku, pengaruh sosial, dan kontrol perilaku dengan penggunaan mesin APM (p=0,000). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa sikap perilaku merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi penggunaan mesin APM dengan nilai Exp(B)=9,466. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sikap perilaku, pengaruh sosial, dan kontrol perilaku berhubungan signifikan dengan penggunaan mesin APM pada pasien rawat jalan di Puskesmas Sambi Boyolali. Dan sikap perilaku menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi penggunaan mesin APM.
Copyrights © 2026