Rifana Annindheta Risnandi
Manajemen Informasi Kesehatan, Politeknik Indonusa Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR THEORY OF PLANNED BEHAVIOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ANJUNGAN PENDAFTARAN MANDIRI DI PUSKESMAS Rifana Annindheta Risnandi; Wahyu Ratri Sukmaningsih; Edy Susena
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/7tr0kt36

Abstract

Penggunaan teknologi informasi melalui mesin Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan pasien rawat jalan, namun penggunaannya di Puskesmas Sambi Boyolali masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan mesin APM berdasarkan Theory of Planned Behavior (TPB) yang meliputi sikap perilaku, pengaruh sosial, dan kontrol perilaku. Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 400 responden dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan mesin APM (88,75%). Terdapat hubungan signifikan antara sikap perilaku, pengaruh sosial, dan kontrol perilaku dengan penggunaan mesin APM (p=0,000). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa sikap perilaku merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi penggunaan mesin APM dengan nilai Exp(B)=9,466. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sikap perilaku, pengaruh sosial, dan kontrol perilaku berhubungan signifikan dengan penggunaan mesin APM pada pasien rawat jalan di Puskesmas Sambi Boyolali. Dan sikap perilaku menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi penggunaan mesin APM.