Film sebagai media komunikasi audiovisual menyampaikan makna tidak hanya melalui dialog tokohnya, tetapi juga melalui perpaduan berbagai moda, seperti bahasa, suara, musik, gerak, dan gambar. Namun, kajian yang mengkaji keterpaduan berbagai moda dalam membangun wacana pada film Indonesia masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk wacana multimodal dalam film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain Analisis Wacana Multimodal (AWM) berdasarkan teori multimodalitas Kress dan van Leeuwen (2001). Data penelitian berupa moda bahasa, suara, musik, gerak, dan gambar yang terdapat dalam film Budi Pekerti. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis berdasarkan keterpaduan antarmoda dalam membangun makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana multimodal dalam film Budi Pekerti dibangun melalui keterpaduan lima moda, yaitu bahasa, suara, musik, gerak, dan gambar. Keterpaduan antarmoda tersebut tidak hanya membangun makna secara utuh, tetapi juga merepresentasikan berbagai persoalan sosial, seperti etika komunikasi, dinamika hubungan antarmanusia, dan dampak media digital terhadap kehidupan tokoh. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keterpaduan berbagai moda berperan penting dalam membentuk wacana multimodal sehingga pesan yang disampaikan film dapat dipahami secara lebih komprehensif oleh penonton.
Copyrights © 2026