Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh langsung dan tidak langsung penggunaan Artificial Intelligence (AI) serta dukungan institusi terhadap kinerja guru SMP Negeri di Kota Samarinda dengan technostress sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dengan sampel 302 guru dari 33 SMP Negeri yang ditetapkan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dan dukungan institusi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja guru, namun keduanya juga meningkatkan technostress yang justru berdampak positif terhadap kinerja. Temuan unik ini mengindikasikan technostress berperan sebagai challenge stressor yang mendorong guru beradaptasi dan mengembangkan kompetensi digital, bukan sebagai hindrance stressor. Secara tidak langsung, technostress terbukti memediasi secara parsial pengaruh penggunaan AI dan dukungan institusi terhadap kinerja guru. Kontribusi teoritis penelitian ini berupa model mediasi technostress terintegrasi dalam konteks pendidikan menengah pertama, memperkaya literatur dengan konsep challenge stressor yang berbeda dari studi terdahulu yang umumnya menemukan hubungan negatif technostress terhadap kinerja. Secara praktis, temuan ini memberikan rekomendasi kebijakan bagi Dinas Pendidikan dan kepala sekolah untuk merancang program pelatihan digital berkelanjutan, pendampingan teknis, serta sistem apresiasi yang memberdayakan guru dalam mengelola technostress sebagai tantangan produktif, dengan pendekatan yang dibedakan berdasarkan akreditasi sekolah dan perspektif gender.
Copyrights © 2026