Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar masih menghadapi kesenjangan antara kondisi ideal dan faktual, terutama pada sekolah pinggiran dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterlaksanaan Kurikulum Merdeka, implementasi pembelajaran mendalam (deep learning), dan penguatan delapan dimensi profil lulusan sekolah dasar. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan di SDN Suger Lor 03, Bondowoso, dengan populasi 157 peserta didik dan 17 tenaga pendidik. Lima informan dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi pembelajaran, dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan kurikulum terlaksana melalui pembelajaran berpusat pada peserta didik dan pemanfaatan Interactive Flat Panel. Deep learning diterapkan melalui pertanyaan pemantik dan diskusi kontekstual, meski kemandirian belajar dan literasi masih menjadi tantangan. Dimensi keimanan dan kesehatan berkembang paling optimal, sedangkan kewargaan dan kolaborasi memerlukan penguatan. Keberhasilan implementasi sangat bergantung pada komitmen kepemimpinan sekolah.
Copyrights © 2026