Pengembangan self-regulation pada anak usia dini merupakan fondasi penting bagi kecakapan sosial-emosional, namun stimulasinya melalui media berbasis budaya lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan boneka jari berbasis budaya responsif sebagai media stimulasi self-regulation anak usia dini. Penelitian dilaksanakan di TK Negeri 9 Samarinda menggunakan pendekatan kualitatif naratif, melibatkan satu guru kelas dan anak kelompok B usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa boneka jari meningkatkan kemampuan anak dalam mengikuti aturan, menunggu giliran, mengendalikan perilaku, dan berinteraksi positif dengan teman sebaya. Integrasi unsur budaya lokal meningkatkan antusiasme dan keterlibatan anak dalam bermain peran. Boneka jari berbasis budaya responsif terbukti efektif mendukung perkembangan self-regulation sekaligus mengenalkan nilai budaya lokal, serta menjadi alternatif strategi pembelajaran bermakna bagi guru PAUD.
Copyrights © 2026