Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Teachers’ Role as Communicator and Motivator in Facilitating Early Childhood Sex Education in Kindergarten Budi Rahardjo; Nur Amalia Olby Anwar; Ayu Aprilia Pangestu Putri; Fachrul Rozie
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v10i2.49962

Abstract

Permasalahan kekerasan seks terhadap anak di Indonesia terus meningkat dimana tercatat kenaikan 30% pengaduan kasus pada tahun 2020. Guru sebagai garda terdepan pemberian rangsangan pada anak harus mampu menjadi komunikator dan motivator yang baik sehingga pendidikan seks mampu mencegah terjadinya kekerasan seks pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru sebagai komunikator, motivator serta strategi yang mereka terapkan dalam memberikan pendidikan seks di Taman Kanak-kanak. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru pada salah satu TK di Samarinda yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan untuk memperoleh data penelitian berdasarkan hasil pengamatan, pengumpulan data, analisis data serta kegiatan pelaporan. Data di analisis dengan teknik data reduksi lalu diuji keabsahannya dengan triangulasi. Hasil penelitan menunjukan bahwa guru selalu menyampaikan informasi seperti konsep menutup aurat, cara merawat diri dan lain-lain. Guru senantiasa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dengan kegiatan seperti forum ayah-bunda, program pembiasaan dan lain-lain. Temuan ini sejalan dengan implementasi program seks pada anak yang menekankan kegiatan dan pemberian informasi mengenai kondisi tumbuh anak, perbedaan lawan jenis dan sikap preventif. Kegiatan dialog aktif, program parenting dan fasilitas pengobatan untuk anak korban kekerasan seks dapat diterapkan sebagai strategi pendidikan seks di taman kanak-kanak.
Sex Education in Implementation of Merdeka Curiculum at Early Childhood Education Anwar, Nur Amalia Olby; Purwastuti, Lusila Andriani
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v12i1.71884

Abstract

The Ministry of Women’s Empowerment and Children Protection stated that Indonesia is currently facing an emergency regarding sexual violence against children. This statement is based on the record of increasing cases of sexual violence against children. One effort to prevent sexual violence is by providing sexual education. The aim of this research was to analyze the concept and pattern of implementing sexual education in the implementation of the Independent Curriculum in early childhood education. This research used a qualitative approach with research type of case study. Data collection techniques were carried out using interview, observation, and documentation methods. Data sources in this research included: the principal, 2 Play Group teachers, 2 Group A teachers, 2 Group B teachers, 1 teacher specializing in sexual education topic, and 3 parents of students. The analysis technique used was the six stages of qualitative analysis techniques according to Creswell. The research results showed that the implementation of sexual education in the implementation of the Merdeka Curriculum is actually a manifestation of learning outcome, which is carried out through several activities, namely toilet training, habituation of the rules for changing clothes, communication in daily life, and special sex education classes. Massive implementation of sexual education should involve all school members and parents of students in order to create sustainable sexual education.
Strategi Penanaman Nilai Agama dan Moral di PAUD Anwar, Nur Amalia Olby; Cholimah, Nur
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.4759

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya kasus dimana terjadi penurunan agama dan moral pada anak dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai strategi yang digunakan TK Bina Taruna untuk menanamkan nilai agama dan moral bagi anak didiknya. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan alur dari Miles Huberman, sedangkan keabsahannya diuji melalui triangulasi. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa strategi penanaman nilai agama dan moral dilakukan melalui pemberian pengetahuan tentang Tuhan dan agama yang dianutnya (beribadah, bersyukur, dan hari besar keagamaan), memberikan peneladanan, membiasakan adab dan karakter baik, serta kerjasama antara guru dan orang tua. Sehingga, implikasinya akan berupa penyamaan persepsi penanaman nilai agama antara sekolah dan orang tua karena perbedaan latar belakang keluarga agar tidak menimbulkan kekeliruan pada anak tersebut untuk menerima pembiasaan.
Perspektif Guru tentang Pemanfaatan Boneka Wayang Profesi Sebagai Alternatif Pembelajaran Kontekstual Mega Alya; Nur Amalia Olby Anwar; Malpaleni Satriana
Journal of Education Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i2.3564

Abstract

Pembelajaran kontekstual pada PAUD memerlukan media yang relevan dengan pengalaman nyata anak, namun kajian mengenai pemanfaatan boneka wayang profesi dari perspektif guru masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis perspektif guru terhadap penggunaan boneka wayang profesi dalam pembelajaran kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif naratif dengan subjek 5 guru PAUD yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan) dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa boneka wayang profesi dipandang mampu mendorong keterlibatan aktif anak, memperkuat pemahaman konsep profesi dan peran sosial, serta menanamkan nilai budaya lokal. Namun, penggunaannya belum terintegrasi secara sistematis dalam pembelajaran. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan media berbasis budaya dalam pembelajaran kontekstual di PAUD.
Peran Prestasi Pendidik dalam Meningkatkan Kualitas Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Windyta Luthfiah Agustineva; Malpaleni Satriana; Fachrul Rozie; Nur Amalia Olby Anwar
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2463

Abstract

Prestasi pendidik merupakan salah satu indikator profesionalisme guru yang berkontribusi pada peningkatan kualitas lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD), namun kajian mengenai perannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran prestasi pendidik dalam meningkatkan kualitas lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif mengacu pada teknik Miles dan Huberman. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa prestasi pendidik berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penerapan pembelajaran aktif dan berbasis pengalaman langsung. Dukungan sekolah melalui pelatihan, pengembangan kompetensi, dan pemberdayaan guru turut mendorong lahirnya prestasi pendidik dan peningkatan mutu lembaga. Selain itu, publikasi prestasi pendidik melalui media sosial sekolah memperkuat citra lembaga, membangun persepsi positif masyarakat, dan menjadi daya tarik bagi lembaga PAUD. Temuan ini menunjukkan bahwa prestasi pendidik merupakan aset strategis bagi peningkatan kualitas lembaga PAUD. Pengelola lembaga maupun para pemangku kebijakan terhadap pengembangan kompetensi serta pencapaian prestasi pendidik merupakan salah satu strategi penting untuk memperkuat mutu sekaligus meningkatkan reputasi lembaga pendidikan anak usia dini.
Pemanfaatan Media Boneka Wayang untuk Menanamkan Sikap Menghargai terhadap Pekerjaan di Lingkungan Sekitar Sharena Diva Dwiyanti; Malpaleni Satriana; Nur Amalia Olby Anwar
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan media boneka wayang dalam pembelajaran anak usia dini sebagai sarana mengenalkan berbagai jenis pekerjaan sekaligus menanamkan sikap menghargai terhadap pekerjaan sejak dini. Penelitian ini juga menganalisis keterlibatan anak selama proses pembelajaran serta pemahaman anak terhadap pekerjaan yang diperkenalkan melalui media tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek sebanyak 21 anak usia 4–6 tahun di KB/TK IT Raudhatul Jannah Samarinda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media boneka wayang membantu anak mengenal berbagai jenis pekerjaan beserta tugas dan tanggung jawabnya dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan media ini juga membantu menumbuhkan sikap menghargai terhadap berbagai pekerjaan melalui kegiatan bercerita dan bermain peran. Selain itu, anak terlihat lebih aktif, fokus, dan terlibat selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, media boneka wayang dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang mendukung pengenalan pekerjaan dan penanaman sikap sosial pada anak usia dini.
Meningkatkan Self Regulation Anak Usia Dini melalui Boneka Jari Berbasis Budaya Responsif dalam Pembelajaran Bermain Peran Najma Aulia; Nur Amalia Olby Anwar; Malpaleni Satriana
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.3982

Abstract

Pengembangan self-regulation pada anak usia dini merupakan fondasi penting bagi kecakapan sosial-emosional, namun stimulasinya melalui media berbasis budaya lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan boneka jari berbasis budaya responsif sebagai media stimulasi self-regulation anak usia dini. Penelitian dilaksanakan di TK Negeri 9 Samarinda menggunakan pendekatan kualitatif naratif, melibatkan satu guru kelas dan anak kelompok B usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa boneka jari meningkatkan kemampuan anak dalam mengikuti aturan, menunggu giliran, mengendalikan perilaku, dan berinteraksi positif dengan teman sebaya. Integrasi unsur budaya lokal meningkatkan antusiasme dan keterlibatan anak dalam bermain peran. Boneka jari berbasis budaya responsif terbukti efektif mendukung perkembangan self-regulation sekaligus mengenalkan nilai budaya lokal, serta menjadi alternatif strategi pembelajaran bermakna bagi guru PAUD.
Stimulating Expressive Language in Early Childhood through Kalimantan-Themed Finger Puppets Sabrina Wahyuningtyas Ananda Putri; Nur Amalia Olby Anwar; Malpaleni Sastriana
GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education Vol. 7 No. 1 (2026): GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/gns.v7i1.242

Abstract

Early childhood education plays an important role in developing language skills as a foundation for communication in early life. However, the limited use of interesting and culturally relevant learning media can hinder children's participation in language activities.  This study aims to examine the application of Kalimantan-themed finger puppets in storytelling and role-playing activities to stimulate expressive language skills in early childhood. A descriptive qualitative design was employed, involving a classroom teacher and 15 children aged 5–6 years at State Kindergarten 9 (TK Negeri 9) in Samarinda, East Kalimantan. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results of the study showed that storytelling and role-playing activities using Kalimantan-themed finger puppets created an interactive and contextual learning environment.  Children demonstrated greater confidence in speaking, using new vocabulary related to local animals and cultural elements, expressing ideas and preferences, and interacting verbally with peers and teachers. These activities also provided opportunities for children to interact with local cultural values through meaningful play experiences. These findings indicate that finger puppet media associated with cultural contexts can support expressive language stimulation while introducing